Sebab, keputusan itu telah lebih dulu diambil Megawati tanpa berdiskusi dengannya.
“Mungkin (kader) bawah putusin, sodor ke Ibu, dan dicoret. Jadi dicoret itu bukan gara-gara gua. Jadi Ibu coret itu sebelum ketemu gua dong,” kata Ahok.
Pada akhirnya, PDIP pun mengusung kadernya sendiri, Pramono Anung dan Rano Karno, sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahok Bongkar Kisah di Balik Anies Batal Diusung PDI-P pada Pilkada Jakarta."