Liga 1

Gerbong Portugal Tiba di Pulau Karapan Sapi: Madura United Rasa PSM Makassar, Potensi Bakal Senasib?

Editor: adisaputro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sesi foto bersama skuad Madura United (kiri) dan pelatih anyar Madura United, Paulo Meneses (kanan). Gerbong Portugal tiba di Pulau Karapan Sapi, Madura United rasa PSM Makassar, potensi bakal senasib?

TRIBUNWOW.COM - Gerbong Portugal tiba di Pulau Karapan Sapi, Madura United rasa PSM Makassar, potensi bakal senasib?

Dilansir TribunWow.com, akhirnya, siapa pengganti Widodo Cahyono Putro di kursi pelatih Madura United terkuak.

Sosok pengganti Widodo Cahyono Putro di Madura United berasal dari Portugal.

Ya, sosok tersebut tak lain adalah Paulo Meneses.

Baca juga: Curi Poin dari Madura United, Tokoh di Luar Dugaan Persib Bandung Malah Banjir Sarkas dari Bobotoh

Paulo Meneses resmi diumumkan sebagai pelatih kepala anyar Madura United pada Jumat (4/10/2024).

"Welcome - Coach Paulo Menezes di Pulau Garam

Madura United FC menunjuk Paulo Menezes sebagai pelatih kepala Laskar Sapeh Kerrab 

Ayo Bawa Madura Bangkit Coach‼️" tulis @maduraunited.fc.

Lantas, akankah Paulo Meneses bakal meneruskan tren positif pelatih asal Portugal di Liga 1?

Sebagaimana diketahui, dua pendahulu Paulo Meneses yang terbilang sukses di Liga 1 yakni Eduardo Almeida dan Bernardo Tavares.

Baca juga: Madura United Duplikasi Arema FC & PSM Makassar? Kandidat Ganti Widodo Cahyono Sebabnya, K-Conk Cek

Eduardo Almeida pernah catatkan kiprah mentereng bersama Arema FC.

Sedangkan Bernardo Tavares hingga kini masih catatkan torehan menawan bersama PSM Makassar.

Kiprah-kiprah mentereng dua pelatih asal Portugal itu disinyalir jadi sebab Madura United menduplikasinya.

Meski begitu, dibandingkan dengan Eduardo Almeida, kiprah lebih mentereng dicatatkan oleh Bernardo Tavares.

Di mana, Bernardo Tavares sukses mengantarkan PSM Makassar menjadi jawara Liga 1 2022/2023.

Menilik posisi Madura United saat ini yang berada di papan bawah, berat nampaknya Paulo Meneses bisa meneruskan tren apik Bernardo Tavares.

Halaman
123