TRIBUNWOW.COM - Tentara Israel terus meluncurkan serangan terhadap Lebanon hingga menewaskan 105 orang dan menyebabkan 359 orang terluka pada Minggu (29/9/2024).
Dilansir TribunWow.com dari Al Jazeera.com, serangan Israel tersebut menargetkan pasukan Hizbullah sepanjang hari.
Terdapat sekitar 45 titik yang diduga menjadi lokasi Hizbullah menjadi sasaran jet tempur milik Israel di sebuah desa, Lebanon Selatan.
Beberapa Politisi di Lebanon menggambarkan serang tersebut sebagai pembantaian.
Baca juga: AS Gagal Ajukan Gencatan Senjata, Kondisi Lebanon Makin Parah karena Serangan Israel
Menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad, serangan di daerah Ain Al-Delb dekat Kota Sidon Selatan menghancurkan dua bangunan dan menewaskan 32 orang.
Diketahui bangunan tersebut merupakan tempat berlindung bagi rakyat Lebanon yang mengungsi.
Pada Senin (30/9/2024) dini hari, Israel kembali melancarkan serangan udara di sekitar Jembatan Kola, Pusat Kota Beirut.
Ini merupakan serangan pertama Israel yang menargetkan wilayah ibu kota Lebanon.
Dilaporkan tiga orang tewas dalam serangan tersebut.
Serangan bom di Kota Beirut menujukkan bahwa tempat yang sebelumnya dianggap aman untuk berlindung kini menjadi target serangan Israel.
Tentara Israel mengklaim pihaknya menargetkan serang tersebut kepada Pasukan Hizbullah.
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran bom Israel, di antaranya Beirut Selatan, Baalbek-Hermel, Provinsi Bekaa, dan wilayah Lebanon Selatan.
Dua hari sebelumnya, Israel telah membunuh Pimpinan Hizbullah, Hassan Nasrallah dalam serangan udara besar-besaran di Beirut Selatan pada Jumat (27/9).
Diketahui lebih dari 20 anggota Hizbullah berada di gedung yang sama dengan Nasrallah saat itu.
Selain itu, Israel juga telah membunuh Pejabat Politik Senior Hizbullah, Sheikh Nabil Kaouk dan Kepala Unit Keamanan Nasrallah, Ibrahim Hussein Jazini beserta rekannya pada hari Minggu (28/9).
Baca juga: Teror Israel ke Lebanon Makin Ganas, Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan