Selain itu, FC Empoli dan klub asal Denmark, Aarhus GF juga merasakan hal yang sama.
Hingga pada akhirnya, ia kembali ke Fiorentina di tahun 2021 silam dan berakhir pada dijualnya Kevin Diks ke FC Copenhagen.
Sudah tiga musim Kevin Diks membela FC Copenhagen.
Dengan berhasil catatkan 11 gol dan 16 assist dari 126 penampilannya bersama FC Copenhagen.
Untuk catatan kartu, ia terbilang bek cerdas karena sukses hanya catatkan 19 kartu kuning serta tiga kartu kuning kedua.
Tak hanya itu, sederet prestasi juga mampu ditorehkan oleh Kevin Diks.
Kevin Diks sukses bukukan enam gelar di antaranya adalah 2 kali Dutch Cup, 1 kali Danish Cup, 2 kali Danish Champion dan 1 kali Dutch Super Cup.
Baca juga: Jawaban Berkualitas Calon Bintang Timnas Indonesia Pasca Bikin Rungkad Manchester United
2. Reading the Ball Mempuni
Profit kedua tentu saja berkaitan dengan insting bertahan mempuni Kevin Diks.
Modal penting seorang pemain bertahan adalah kemampuannya dalam membaca pergerakan serangan lawan atau akrab disebut reading the ball.
Hal itu lah yang kini telah dimiliki oleh Kevin Diks.
Kevin Diks mampu membaca situasi mana saatnya harus melakukan pressing mana sekedar melakukan bayangan saja.
Pemain yang catatkan presentase 79 persen starter di FC Utrecht itu juga dikenal mampu membaca arah bola baik ketika duel darat maupun udara.
Kemampuan itu lah yang membuat pemain berusia 27 tahun itu mampu mengunci satu tempat di lini belakang FC Copenhagen.
3. Ketenangan