Liga 1

5 Laga PSS Sleman Tanpa Kemenangan, Wagner Lopez OTW Jadi Korban Kerasnya Liga 1 2024?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih PSS Sleman, Wagner Lopes.

TRIBUNWOW.COM - Klub kebanggan warga Sleman, Yogyakarta PSS Sleman memiliki start buruk di Liga 1 2024/2025.

Dilansir TribunWow.com, PSS Sleman adalah satu di antara tim yang belum meraih kemenangan di Liga 1 2024/2025.

PSS Sleman mengemas tiga kekalahan dan dua hasil imbang dari lima laga di Liga 1 2024/2025.

Teranyar, PSS Sleman meraih hasil imbang 0-0 kontra Dewa United dalam lanjutan pekan kelima Liga 1 2024/2025 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (16/9/2024).

Baca juga: Lini Depan Suram PSS Sleman, 0 Gol dari 5 Laga, Gustavo Tocantins dan Hokky Caraka Ngapain Aja?

Baca juga: Alan Jose Bikin Bali United Gigit Jari: Catat 6 Saves Penting, PSS Sleman Selamat dari Kekalahan

PSS Sleman kini berada di dasar klasemen Liga 1 2024/2025 dengan koleksi -1 poin.

Ya, PSS Sleman memang mengawali Liga 1 2024/2025 dengan -3 poin.

Tak ayal jika kini PSS Sleman mengemas -1 poin setelah meraih dua kali imbang di Liga 1 2024/2025.

Pelatih PSS Sleman, Wagner Lopes adalah satu di antara sosok yang dapat sorotan tajam imbas hasil buruk Hokky Caraka cs di Liga 1 2024/2025.

Wagner Lopes didesak angkat kaki oleh suporternya, Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) imbas hasil buruk PSS Sleman.

Lantas, apakah Wagner Lopes akan menjadi korban kerasnya Liga 1 2024/2025 untuk selanjutnya?

Baca juga: Hasil Bali United Vs PSS Sleman, Super Elja Belum Bisa Raih Kemenangan, Posisi Wagner Lopes Terancam

Diketahui, Liga 1 2024/2025 sudah memakan tiga korban.

Juan Esnaider menjadi korban pertama dari kerasnya kompetisi kasta tertinggi Liga Tanah Air tersebut.

Ia didepak PSBS Biak setelah Tim Badai Pasifik membukukan tiga kekalahan dari tiga laga awal Liga 1 2024/2025.

Hendri Susilo menjadi korban selanjutnya dari kerasnya kompetisi Liga 1 musim ini.

Potret Hendri Susilo mantan pelatih Klub Semen Padang. (Instagram @semenpadangfcid)

Ia diputus kontrak Semen Padang setelah Kabau Sirah mencatatkan tren minor.

Halaman
12