"Abu Shujaa, komandan Brigade Tulkarem dari Brigade Al-Quds," sayap bersenjata Jihad Islam, yang memiliki kehadiran kuat di kamp-kamp pengungsian di utara Tepi Barat yang diduduki, "tewas bersama beberapa saudara dari brigadenya setelah pertempuran heroik melawan tentara pendudukan (Israel)", kata Jihad Islam dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (29/8/2024).
Dalam wawancara eksklusif bersama Al Mayadeen pada awal Agustus 2024, Shuja'a mengatakan, "Jika musuh membunuh saya, kami akan terus maju."
"Perjuangan tidak berakhir dengan satu orang, ada generasi lainnya yang siap bangkit untuk membela hak-hal kami (warga Palestina), dan indikator terbesarnya adalah mati syahidnya seorang warga Palestina dan lebih banyak lagi di rumah-rumah di Tulkarem. Perlawanan terus berlanjut," tegasnya kala itu.
Baca juga: Alasan Israel Lakukan Operasi Militer di Tepi Barat hingga Sebabkan 10 Warga Palestina Tewas
Wawancara eksklusif bersama Al Mayedeen ini juga diunggah dalam media sosial X.
Tindakan tersebut juga merupakan bagian dari operasi militer Israel yang berskala besar.
Operasi militer ini berada di Tepi Barat yang terjadi sejak Rabu (28/8/2024).
Operasi itu merupakan operasi militer yang terbesar sejak 2022 silam.
Sedikitnya 18 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki tewas diserang tentara Israel, dalam kurun waktu 24 jam.
(Magang TribunWow.com/Marita Nur Isnawati)
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News