TRIBUNWOW.COM - Berikut profil Murilo Mendes, mesin pencetak gol kejutan Barito Putera yang berpotensi bikin Persebaya Surabaya rungkad di GBT pada kompetisi Liga 1 2024/2025.
Diketahui laga pekan ketiga kompetisi Liga 1 2024/2025 akan mempertemukan Barito Putera dengan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat (23/8/2024) pukul 19.00 WIB.
Dalam laga tersebut di skuad Pangeran Antasari terdapat sosok yang turut menjadi ancaman bagi Green Force, julukan Persebaya Surabaya, yakni Murilo Mendes.
Diketahui Murilo Mendes merupakan pemain asing Barito Putera yang dipertahankan dari Liga 1 musim lalu.
Baca juga: Profil Mohammed Rashid: Primadona Persebaya yang Berpotensi Jadi Ancaman Kontra Barito Putera
Pemain asal Brasil itu dipertahankan sebab performanya yang dinilai cukup baik pada musim lalu.
Sehingga Murilo Mendes mendapatkan perpanjangan kontrak hingga 2027 mendatang.
Pasalnya Murilo Mendes sendiri diplot sebagai pemain yang bisa menjadi ancaman gawang lawan.
Pemain kelahiran Belo Horizonte, Brasil itu menjadi satu diantara pemain Barito Putera yang diplot menjadi mesin pencetak gol.
Bahkan sosoknya turut menjadi andalan Barito Putera pada musim 2023/2024.
Hal tersebut dibuktikan pada musim lalu yang mencatatkan 6 gol dan 4 assist dari 29 penampilan bersama skuad Laskar Antasari yang dilansir via Transfermarkt.com.
Bahkan sebelum membela Barito Putera, Murilo Mendes turut mengemas 7 gol dan 2 assist dari 29 pertandingan bersama V. Francavilla pada musim 2022/2023.
Sedangkan pada musim ini, pemain kelahiran 8 Maret 1995 itu turut mencatatkan dua pertandingan dan menit bermain penuh.
Tak heran Persebaya Surabaya harus mewaspadai ketajaman Murilo Mendes dalam pertandingan nanti malam.
Dengan daya gedor yang mengejutkan, Murilo Mendes berpotensi akan membuat Bajul Ijo terkapar di kadangnya sendiri.
Baca juga: Prediksi Skor Persebaya Surabaya Vs Barito Putera di Liga 1 2024, Bajul Ijo Punya Motivasi Lebih
Kedatangan sang juru gedor asal Brasil itu akan menjadi ujung tombak mematikan Barito Putera saat kontra Persebaya Surabaya, sekaligus menjadi mimpi buruk bagi Green Force.