Berita Viral

Viral Pria Protes Ditagih Rp 1,5 Juta saat Servis Kopling Motor, Pemilik Bengkel Beri Klarifikasi

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Viral pemilik motor servis kopling dipatok Rp 1,5 juta.

Ia mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (18/8/2024).

Saat itu motor pelanggan yang melayangkan protes mogok di jalan dan masuk ke bengkel milik Leni.

"Kita periksa dulu, otomatis kita periksa dulu. Selesai kita periksa, ternyata ada kerusakan di bagian kopling," kata Leni, Rabu (21/8/2024).

Menurut Leni, pembongkaran motor juga atas seizin pemilik.

Ia mengaku sudah menjelaskan rincian harga kepada pelanggannya itu.

"Yang punya motor CBR 'ok', dia bilang begitu. Saya bilang ongkos bongkar kopling itu Rp 110 ribu, berikut oli Rp 65 ribu, lalu kampas kopling beda lagi," ujar dia.

Setelah selesai mengganti kopling, sambung dia, mekanik bengkel menyatakan masih ada masalah di motor pelanggan.

Proses perbaikan disebut memakan waktu lama hingga motor tersebut harus diinapkan selama satu hari.

"Total semua Rp 1.410.000. Bukan kampas kopling Rp 1,5 juta. Orang bodoh juga tahu, nggak mungkin ini Rp 1,5 juta. Jadi hari-hari buat berita viral ini, saya tidak suka," ungkap Leni.

Pemilik motor disebut keberatan untuk membayar hingga mekanik terpaksa membongkar sparepart yang sudah terpasang.

"Dia tidak kabur, saya bilang sama dia, 'barang-barang yang dipasang saya cabut semua, saya bongkar semua'. Saya sudah dirugikan. Dia bayar oli sama jasa kerja, Rp 170 ribu, bukan Rp 200 ribu," kata Leni.

Baca juga: Viral Gambar Peringatan Darurat, Buruh & Mahasiswa Geruduk DPR Hari Ini, Imbas Baleg Ubah Putusan MK

Polisi Lakukan Pengecekan

Pihak kepolisian tengah melakukan pengecekan ke bengkel viral di sosmed terkait biaya Kopling yang mencapai Rp 1,5 juta di Jakarta Selatan.

Kaur Mitra Subbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKP Risma Silalahi mengatakan pihak Bhabinkamtibmas wilayah Selatan tengah mengecek kejadian tersebut.

"Untuk update pengendara belum ada LP (laporan) namun masih didalami oleh Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar (Satpol PP, TNI dan Polri) ke TKP mengecek benar atau tidak," kata Risma, dilansir GridOto.com, Rabu (21/8/2024).

Halaman
123