Perang Israel Vs Hamas

Israel Kekurangan Pasukan untuk Terus Memerangi Palestina, Ini Rencana Barunya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tentara Israel mengambil posisi di dekat perbatasan Gaza Israel, Israel selatan, Senin, 9 Oktober 2023. Penguasa militan Hamas di Jalur Gaza melakukan serangan multi-front yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Israel saat fajar hari Sabtu, menembakkan ribuan roket sebagai lusinan pejuang Hamas menyusup ke perbatasan yang dijaga ketat di beberapa lokasi, menewaskan ratusan orang dan menawan. Pejabat kesehatan Palestina melaporkan sejumlah kematian akibat serangan udara Israel di Gaza.

TRIBUNWOW.COM - Pasukan tentara Israel nampaknya mulai kewalahan untuk terus memerangi Palestina.

Bahkan tentara Israel sudah mengalami kekurangan pasukan setelah sudah beberapa tahun terakhir melancarkan serangan.

Kini, tentara Israel mengumumkan rencana baru untuk memanggil tentara cadangan, Senin (19/8/2024).

Militer Israel mengatakan keputusan ini juga merupakan perintah dari Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Baca juga: Desakan Hamas ke Mediator Gencatan Senjata: Paksa Israel untuk Laksanakan Apa yang Disepakati

"Berdasarkan penilaian situasi dan skala aktivitas pasukan reguler dan cadangan dan sebagai bagian dari rencana militer untuk meningkatkan jumlah prajurit yang bertugas," kata pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Menurut laporan surat kabar Yedioth Ahronoth, target Israel adalah merekrut kembali 15.000 warga Israel yang dibebaskan tugas militer.

Ini selaras dengan undang-undang terbaru Israel yang disahkan pada bulan Juni 2024.

Dalam undang-undang tersebut, pemerintah Israel memperpanjang sementara usia pensiun bagi tentara cadangan.

Para prajurit cadangan yang akan dipanggil kembali bertugas adalah mereka yang dibebastugaskan dari tugas karena pengurangan personel dan berusia lebih muda dari usia pengecualian, yakni 40 tahun bagi sebagian besar prajurit, 45 tahun bagi perwira, dan 49 tahun bagi spesialis, dikutip dari The Times of Israel.

Sebelumnya, IDF juga mengatakan akan merekrut kaum Yahudi Haredi.

"Militer Israel akan mulai merekrut orang-orang Yahudi ultra-Ortodoks mulai Agustus mendatang," katanya, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Baca juga: Gencatan Senjata dengan Israel Belum Temui Titik Terang, Pejabat Hamas Sebut Netanyahu Penipu

Rencananya, separuh dari rekrutan ini akan berusia antara 18 dan 21 tahun.

Kemudian 40 persen dari perekrutan kaum Yahudi Haredi ini diperkiraan berusia antara 21 dan 24 tahun.

Sisanya, 10 persen berusia antara 24 dan 26 tahun, dikutip dari Al Mayadeen.

Namun sayangnya ribuan Yahudi Ultra-Ortodoks menolak untuk mengikuti wajib militer Israel.

Halaman
12