Bahlil berasal dari keluarga yang sederhana lantaran Ayahnya merupakan seorang kuli bangunan dan sang Ibu bekerja sebagai buruh cuci.
Bahlil bersama kedua orangtuanya merantau ke Kabupaten Fak Fak, Papua Barat, pada tahun 1988 yang saat itu baru saja terjadi erupsi Gunung banda Api.
Terlahir dari lingkungan yang sederhana membuat Bahlil menyadari banyaknya sumber daya alam yang melimpah di Bumi Cendrawasih.
Berkat kegigihannya untuk terus menimba ilmu, Bahlil Lahadalia berhasil lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.
Baca juga: Profil Agus Gumiwang: Plt Ketum Partai Golkar Gantikan Airlangga, Menjabat Menteri Perindustrian
Bahlil bersama temannya kemudian mendirikan perusahaan yang bergerak dibidang konsultasi keuangan dan tekonologi informasi.
Tak lama kemudian, Bahlil mengundurkan diri dari perusahaan yang dibangun bersama teman-temannya itu.
Namun Bahlil diberi dividen sebesar Rp 600 juta yang selanjutnya ia gunakan sebagai modal membuat perusahaan perdagangan kayu.
Hingga kini, Bahlil memiliki 10 perusahaan dalam berbagai sektor di bawah bendera PT Rifa Capital sebagai holding company.
Mengutip dari situs resmi BKPM, sebelum bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju, Bahlil merupakan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015-2019.
Didapati kedekatan Presiden Jokowi dengan Bahlil Lahadalia dengan latar belakang sebagai sesama pengusaha yang tergabung dalam HIPMI.
Bahlil merupakan kader Partai Golkar yang juga mejadi salah satu tim suskes Jokowi saat pemilu 2019.
Kemudian Bahlil diangkat sebagai Kepala BKPM sejak Oktober 2019 dan menduduki jabatan dalam Kabinet Indonesia maju sebagai Menteri Investasi pertama Indonesia pada 28 April 2021.
Terkini, Bahlil Lahadalia resmi menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam periode pemerintahan Prabowo Subianto terhitung sejak 19 Agustus 2024.
Profil Bahlil Lahadalia
Nama lengkap : Bahlil Lahadalia