Piala Presiden 2024

Piala Presiden 2024 Ubah Stigma Masyarakat soal Sepak Bola Indonesia: Sarana Rekreasi Ramah Keluarga

Editor: adisaputro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Momen kebersamaan keluarga asal desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali, Suyatman saat tengah menantikan laga Persis Solo kontra Arema FC di babak semi final Piala Presiden 2024 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2024). Bukti sepak bola bisa jadi sarana rekreasi keluarga melalui ajang Piala Presiden 2024.

TRIBUNWOW.COM - Stigma kurang sedap sebagian masyarakat tentang menyeramkannya sepak bola mulai terbantahkan.

Penyelenggaraan Piala Presiden 2024 jadi bukti nyata betapa indah dan ramahnya sepak bola di Indonesia.

Satu di antara bukti itu disampaikan langsung oleh Suyatman beserta empat anggota keluarganya yang berasal dari ujung utara Boyolali, tepatnya di desa Karangjati, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

Pengorbanan Suyatman yang rela menempuh 80 km atau satu setengah jam perjalanan ke Stadion Manahan Solo jadi bukti jika gelaran Piala Presiden 2024 menyajikan keamanan serta kenyamanan yang menarik atensi para masyarakat pecinta bola.

Suyatman menceritakan, bagaimana awal mulanya ia dan keluarganya begitu mengagumi sepak bola dan rutin datang langsung ke Stadion Manahan untuk menyaksikan pertandingan.

"Dulu, ketika saya masih muda, saya merupakan pemain bola kampung, lebih tepatnya di tingkat kecamatan. Makanya semua anak saya hobi bola karena mengikuti orang tuanya mungkin. Waktu nonton, dulu pakai motor sampai jam 12 atau 1 malam baru sampai rumah," jelas Suyatman kepada TribunWow.com, Rabu (31/7/2024).

Menurutnya, sepak bola merupakan aspek pemersatu, termasuk mempererat silaturahmi keluarganya.

"Saking cintanya sama sepak bola selalu saya lakukan, yang penting happy saja. Karena olahraga merupakan pemersatu, lewat olahraga bisa menyatukan semua aspek keluarga," ungkapnya.

Tak hanya membawa keluarganya yang sudah berusia dewasa, Suyatman juga turut membawa satu cucunya yang berusia 8 tahun untuk menyaksikan laga Persis Solo kontra Arema FC angsung dari Stadion Manahan Solo.

Suyatman dan keluarganya saat tengah menantikan laga semi final Piala Presiden 2024 antara Persis Solo kontra Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (31/7/2024). Bukti sepak bola bisa dijadikan ajang rekreasi keluarga.

Hal itu dilakukan Suyatman demi membantah stigma buruk sebagian masyarakat tentang sepak bola.

"Untuk menghilangkan stigma sepak bola angker, saya bawa anak-anak biar pada tahu," bebernya seraya menjelaskan kondisi sang istri yang biasanya turut serta namun kala itu berhalangan karena tengah sakit.

Suyatman juga turut menjelaskan bagaimana cara ia mengenalkan sepak bola kepada anak dan cucunya.

"Pertama saya ajak nonton dulu yang dekat-dekat lihat turnamen tarkam, kemudian di ajak untuk menonton langsung bagaimana euforia menontong langsung di stadion, perlahan-lahan anaknya jadi mulai senang."

"Saya ingin menunjukkan kalau sepak bola itu enjoy bukan menyeramkan. Ternyata sepak bola itu bisa buat rekreasi keluarga," lanjutnya.

Ia juga turut menceritakan tentang perjuangannya dahulu saat masih aktif bekerja demi bisa menonton laga secara langsung ke stadion.

Halaman
12