Kendati demikian, atlet tinju profesional asal negeri yang dijuluki Lo Stivale atau negara Pizza itu menjelaskan, bahwa baginya keputusan yang diambil saat kalah dari Khelif bukanlah suatu kekalahan yang nyata.
Carini mengungkap, ketika ia menaiki ring tinju artinya telah menang, usaha untuk melawan rasa takut dan optimis untuk dapat menampilkan performa yang apik juga jadi salah satu kemenangan tersendiri bagi Carini.
Terlepas dari permasalahan yang timbul setelah Carini dikalahkan oleh Khelif, ia menganggap bahwa keberadannya tidak untuk menghakimi antara yang adil dan tidak.
"Saya hanya melakukan tugas saya. Saya berhasil keluar dengan kepala tegak. "
"Saya wanita dewasa, ketika saya merasa tidak bisa melanjutkan, itu bukan berarti menyerah, itu berarti memiliki harga diri untuk mengatakan cukup."
"Saya yakin saya akan menang, saya berkonsentrasi, tenang. Namun, pukulan ke hidung ini menyakitkan, saya sudah bilang cukup,” kata Carini, dikutip dari theguardian.com.
Baca juga: Profil Maryam March Maharani: Atlet Judo Indonesia yang Disingkirkan Atlet Peraih Emas Olimpiade
Lantas Siapakah Angela Carini?
Petinju yang memiliki nama lengkap Angela Carini ini merupakan atlet yang lahir di Napoli, Italia, pada 6 Oktober 1998.
Saat ini Carini berada di bawah klub Fiamme Oro.
Seiring dengan kerja keras Angela Carini, wanita yang kini berusia 25 tahun itu pernah menyabet medali di Kejuaraan Tinju Wanita Dunia AIBA 2019.
Tidak hanya itu, Carini juga sempat mengikuti pertandingan saat Olimpiade Musim Panas 2020, di kelas welter wanita.
Dikutip dari tokyo2020.coni.it, awalnya Carini mulai menekuni dunia olahraga dengan berlatih menembak.
Tetapi selanjutnya justru ia condong untuk mengikuti jejak ayahnya dan kecenderungan kakaknya sebagai petinju saat itu.
Akhirnya Carini melabuhkan karier olahraganya sebagai petinju, kala itu ia mencatatkan juara junior Eropa pada tahun 2014.
Tidak hanya itu, tahun berikutnya Carini meraih medali emas World Youth.