Pilkada Jakarta

Daftar Sosok yang Difavoritkan Maju Pilkada Jakarta Selain 2 Gubernur Terdahulu, Ada Ridwan Kamil

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ridwan Kamil, mencoblos di TPS 45, Jalan Gunung Kencana, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Rabu (14/2/2024). Survei Litbang Kompas merilis nama-nama yang difavoritkan untuk maju ke gelaran Pilkada Jakarta pada November 2024 mendatang.

Meskipun, partai-partai yang tergabung di Koalisi Indonesia Maju kemungkinan akan tetap bersama pada Pilkada Jakarta 2024.

Seperti Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Demokrat, dan PSI.

Sementara itu, PKS baru mendapatkan dukungan dari Perindo terkait pengusungan untuk duet Anies Baswedan-Sohibul Iman.

Tetapi, belum ada deklarasi koalisi yang terbentuk.

Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDIP diketahui sudah melakukan komunikasi terkait sejumlah pilkada meskipun belum resmi terbentuk kerja sama dari ketua partai ini.

Demikian juga, belum ada pasangan calon (paslon) yang resmi terbentuk.

Baru ada duet Anies-Sohibul Iman yang dideklarasikan sepihak oleh PKS.

Walau akhirnya didukung oleh Perindo.

Namun, gabungan perolehan kursi PKS dan Perindo pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Jakarta, belum memenuhi syarat pencalonan kepala daerah sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota, dan Bupati (Pilkada).

KIM juga diketahui belum mengeluarkan nama yang akan resmi diusung pada Pilkada Jakarta.

Meskipun, nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi kandidat terkuat sejauh ini.

Lalu, muncul juga nama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang digadang-gadang cocok mendamping Ridwan Kamil.

Sementara itu, duet Anies Baswedan-Andika Perkasa sempat mencuat dari PKB dan PDIP.

Tetapi, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyebut, belum ada keputusan final terkait kandidat yang akan diusung pada Pilkada Jakarta. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Litbang "Kompas": Anies dan Ahok Difavoritkan Kembali Maju di Jakarta, tapi 30 Persen Responden Belum Menjawab."