TRIBUNWOW.COM - Skema transfer grade A Persis Solo, kontradiktif dengan PSIS Semarang, Pasoapeti dan Snex-Panser cek sebabnya.
Dilansir TribunWow.com, pergerakan transfer dua tim Jawa Tengah, Persis Solo dan PSIS Semarang sangat kontradiktif satu sama lain.
Beberapa musim yang lalu, Persis Solo dan PSIS Semarang sama-sama bergerak mematikan dalam mendatangkan pemain anyar grade A baik lokal maupun asing.
Namun, di awal musim ini, pergerakan Persis Solo dan PSIS Semarang jelas berbeda.
Baca juga: Tetangga Berisik Semakin Mengusik: Persebaya Surabaya & Persis Solo Lebih Digdaya dari Arema & PSIS?
Baca juga: Kota Atlas Sudah Disesaki 7 Asing: Sudah Ikut Latihan PSIS Semarang, 1 Masih Sebatas Umbar Kode Kuat
Untuk pemain lokal, Persis Solo lebih memilih untuk menggaet para bintang berpengalaman di Liga 1.
Setidaknya sudah ada empat nama di mana satu nama itu juga berasal dari PSIS Semarang.
Keempat nama yang dimaksud adalah Mochammad Zaenuri (Dewa United), Rizky Dwi (Arema FC), dan Giovani Numberi (PSIS Semarang).
Hal berbeda dilakukan PSIS Semarang dalam perekrutan pemain lokal.
PSIS Semarang memilih untuk mendatangkan dua pemain lokal sementara.
Di mana, secara kualitas jam terbang di Liga 1, PSIS Semarang masih kalah ketimbang Persis Solo.
Tercatat, PSIS Semarang baru mendatangkan dua nama di antaranya adalah Aulia Rahman (Persita Tangerang) dan Wildan Ramdhani (Persebaya Surabaya).
Baca juga: PSIS Semarang Balas Persis Solo, Sindir Menohok dengan Video Perkenalan: Jangan Pakai yang Rusak
Tak hanya dalam perekrutan pemain lokal, asing pun Persis Solo lebih aman secara jam terbang ketimbang PSIS Semarang.
Persis Solo disinyalir bakal mendatangkan striker asal Swiss mantan top skor Dewa United, Karim Rossi.
Bahkan, sosoknya sudah dikabarkan di Indonesia dan tengah melakoni sesi pemotretran.
Selain Karim Rossi, 3 bek calon intaian Persis Solo juga bukan kaleng-kaleng yakni Anderson Salles (pengalaman di Bhayangkara FC, Marcelo Pereira (Timnas Honduras) dan Jordan Jarvis.