Sejatinya, pilihan utama Gareth Southgate pada beberapa event sebelumnya jatuh pada Kalvin Philips.
Gelandang gondrong itu jadi duet idaman bersama Declan Rice di sektor tengah.
Sayangnya, karena menit bermain yang kurang didapatkan Kalvin Philips di level klub, membuat namanya harus puas tersisihkan dari persaingan lini tengah.
Atas dasar itu lah Southgate kerap bereksperimen untuk memecahkan permasalahan yang ada di sektor tengah.
Southgate kena Semprot Mantan Pelatih Timnas Inggris
Edisi ke-17 Piala Eropa Timnas Inggris berjalan tak mulus di awal kiprah.
Timnas Inggris baru mencatatkan 4 poin dari dua pertandingan di grup C.
Menang atas Serbia dan bermain seri kontra Denmark.
Baca juga: Jawaban Southgate Balas Nyinyiran Ten Hag soal Performa Timnas Inggris Kontra Serbia di EURO 2024
Di dua partai awal tersebut, Gareth Southgate memasang Trent Alexander-Arnold sebagai gelandang bertahan.
Dengan memainkan skema 4-2-3-1.
Padahal, posisi Trent Alexander-Arnold sejatinya merupakan bek kanan.
Meski selalu dimainkan, Trent Alexander-Arnold justru selalu ditarik keluar di tengah laga.
Bahkan, bintang Liverpool itu digantikan oleh jangkar Chelsea, Conor Callagher yang memang berposisi asli sebagai gelandang bertahan.
Taktik Southgate itu pun lantas menuai kritik dari mantan pelatih Timnas Inggris, Sam Allardyce.
Baca juga: Erik ten Hag Kecam Keras Strategi Southgate di Laga Perdana Timnas Inggris EURO 2024: Terlalu Pasif
Menurutnya, posisi Alexander-Arnold sebagai gelandang merupakan blunder.