TRIBUNWOW.COM - Transfer super Jawa Timur memanas, Persebaya Surabaya dan Arema FC saling duplikasi, Madura United dan Persis Solo yang jadi tumbalnya, Bonek dan Aremania cek sebabnya berikut ini.
Dilansir TribunWow.com, jelang dibukanya bursa transfer awal musim Liga 1 2024/2025, rivalitas sengit Persebaya Surabaya dan Arema FC sudah mulai terasa.
Dua tim yang dalam pertemuannya kerap dijuluki derbi Super Jawa Timur itu saat ini saling duplikasi pergerakan transfer.
Hal itu dapat diketahui dari beberapa fenomena transfer terkini yang dilakukan Persebaya Surabaya dan Arema FC.
Baca juga: Ujung Timur Indonesia Memanas: Temuan Aji Santoso di Persebaya Bikin PSBS-Malut United Kalap Mata
Baca juga: Rekap Transfer Sementara Liga 1 2024: PSBS Biak Agresif, Persebaya Bombastis, Persib Masih Sunyi
Lantas, fenomena apa yang menjadi dasar Persebaya Surabaya dan Arema FC saat ini saling duplikasi satu sama lain jelang bursa transfer awal musim ini?
Bonek dan Aremania cek dasarnya berikut ini:
Persebaya Surabaya Duplikasi Manuver Arema FC Gaet Pilar Portugal
Bisa dikatakan, kiprah sensasional para pemain Portugal di Liga 1 dimulai dari keputusan transfer Arema FC pada gelaran Liga 1 2021/2022.
Ya, saat itu, Arema FC disesaki dengan para tokoh-tokoh pentingnya yang berasal dari Portugal.
Awal mulanya tentu saja setelah Arema FC menunjuk pelatih asal Portugal, Eduardo Almeida.
Masuknya Eduardo Almeida membuka jalan para bintang asing asal Portugal berkiprah bersama Arema FC.
Setelah masuknya Eduardo Almeida, tak lama berselang dua pemain beda posisi didatangkan Singo Edan yakni Sergio Silva dan Carlos Fortes.
Sempat deadlock, keduanya sukses tunjukkan kualitas sesungguhnya bersama Arema FC.
Hingga pada akhirnya berhasil catatkan rekor unbeatten selama 23 laga berturut-turut di gelaran Liga 1 2021.
Tapi sayangnya, rekor sensasional itu tak membuahkan gelar juara di musim perdana.