Olimpiade Paris 2024

Sosok Pelatih Guinea Kaba Diawara, Pernah Latih Arsenal dan PSG, Jadi Hadangan Timnas U-23 Indonesia

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Skuad Timnas U-23 Indonesia (atas) dan Skuad Timnas U-23 Guinea (bawah). Sosok Pelatih Guinea Kaba Diawara, Pernah Latih Arsenal dan PSG, Jadi Hadangan Timnas U-23 Indonesia

Tanggal lahir : 16 Des 1975 (48 Tahun)

Tempat kelahiran: Toulon, Prancis

Kewarganegaraan : Guinea - Prancis

Formasi yang disukai : 4-3-3

Klub : Pelatih Kepala Guinea & Guinea U23

Mimpi Bawa Guinea U23 ke Olimpiade Paris 2024

Pelatih Guinea U23, Kaba Diawara bertekad untuk membawa tim yang dilatihnya ke Olimpiade Paris 2024.

Diawara mengaku sudah sangat siap untuk lolos ke Olimpiade. Pemenang duel Indonesia vs Guinea nantinya akan tergabung di grup A bersama tuan rumah Prancis, Amerika Serikat dan Selandia Baru.

"Kami akan berada di grup kematian, sama seperti saat kami berada di AFCON terakhir. Tidak ada kesempatan untuk bersantai atau memikirkan hal-hal secara berlebihan, yang dalam beberapa hal baik bagi kita," kata Diawara dalam wawancara bersama FIFA beberapa waktu lalu.

"Alasan federasi memanggil saya dan staf saya adalah karena kami bisa memberikan ketelitian pada tim ini. Kami akan segera mulai bekerja karena tenggat waktunya singkat. Kami hanya punya satu pertandingan, jadi itu sukses atau gagal," imbuhnya.

Baca juga: Perbandingan Kontras Harga Pasar Skuad Timnas U-23 Indonesia Vs Guinea di Play-off Olimpiade 2024

Diawara lahir di Prancis dan menghabiskan sebagian besar harinya dengan bermain di sepakbola di Prancis.

Dengan membawa Guinea tampil di Olimpiade, hal itu akan menjadi sebuah pencapaian besar dalam hidupnya.

"Ini akan seperti menjadi lingkaran penuh! Berkompetisi di Olimpiade adalah impian yang ingin saya wujudkan."

"Jika kami berhasil lolos, saya pikir Guinea bisa bermain di Parc des Princes, tempat saya dulu bermain. Saya merasa seperti mengambil langkah mundur ke masa lalu. Itu adalah halaman belakang rumah saya lebih dari dua dekade yang lalu,"

"Jadi memikirkan saya memiliki kesempatan untuk kembali ke sana dalam peran lain membuat saya menyadari betapa jauhnya kemajuan saya."

Halaman
1234