5. Membuat berita atau artikel dengan kata-kata/tulisan, lambang, emblem, logo, maskot, trophy resmi AFC U-23 Asian Cup 2024, (Competition Marks dan Competition Names) yang dalam format/lay-out yang memberi kesan didukung, dipersembahkan atau disponsori oleh sponsor-sponsor selain sponsor resmi AFC di wilayah negera Republik Indonesia.
6. Menyelenggarakan kegiatan on air, kegiatan off air termasuk nonton bareng.
7. Promo media cetak, digitan media, billboard dengan asosiasi iklan.
Atas pengumuman itu, netizen dan warga Indonesia pun langsung bereaksi.
Pada Minggu (24/4/2024), trending di Twitter #BoikotMNC sebagai wujud kekecewaan para netizen.
Postingan itu dicuitkan lebih dari 4.000 kicauan.
"Nonton bareng saja dilarang ? Dari dulu perhelatan bola sekelas piala Dunia saja ga da yg sok iye ngelarang nonton bareng," tulis akun @RizkyAsihan.
"Acara bola itu kalau bisa nobar lha kalau dilarang gak seru dong, tega bener," kata akun @Pushpasari.
"Kalo larang nobar hak siar liga luar masih okelah, ini timnas sendiri loh dan kenapa pas baru masuk semifinal barulah keluar pernyataan ini dr Mnc," tulis @JustGras.
"Kocak sih! tiba-tiba keluarin pernyataan larangan nobar kayak gini, padahal sebelumnya aman-aman aja. Padahal nonton bola kan emang identik sama nobar! Terus kenapa sekarang dilarang? apalagi sampai merembet ke ranah hukum!," kata akun @Firahwahyuni. (TribuNWow.com)