TRIBUNWOW.COM - Gunung Ruang yang ada di Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali mengalami erupsi pada Rabu (17/4/2024) malam.
Dikutip dari Tribunnews, Gunung Ruang mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan menyeburkan materian dari puncak.
Erupsi ekspolsif setinggi 3.000 meter juga terjadi pada 20.15 WITA.
Baca juga: Ngeri! Kesaksian Pendaki yang Selamat dari Erupsi Gunung Marapi: Batu Turun Kayak Dilempar, Sakit
Mengutip TribunManado.com, erupsi tersebut disertai gemuruh dan gempa yang terasa hingga Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ruang.
Masyarakat yang bermukim di Pulau Tagulandan yang masuk dalam radius enam kilometer pun dievakuasi.
Sejarah Erupsi
Sebelum erupsi tahun ini, rupanya Gunung Ruang pernah meletus pada tahun 2002.
Erupsi tersebut, merupakan erupsi eksplosif disertai awan panas.
Imbas erupsi Gunung Ruang saat itu, yakni kerusakan lahan dan pemukiman serta mengharuskan pengungsian penduduk.
Diketahui, Gunung Ruang, gunung yang paling eksplosif di Sulut, lantaran memiliki siklus yang tak menentu, bahkan relatif lebih lama.
Siklus yang relatif lebih lama pun membuat gunung menyimpan lebih banyak material sebelum dikeluarkan berupa erupsi.
Baca juga: Gunung Ruang Sulawesi Utara Meletus, 838 Warga Dievakuasi hingga Diminta Jauhi Radius 4 KM
Ancaman Tsunami
Dilihat dari letak gunung, tsunami mencancam warga yang berada di pesisir laut Pulau Tagulandang.
BNPB pun mengimbau agar masyarakat di Pantai Barat Tagulandang mengungsi ke pantai timur.
Adapun permukiman di pesisir barat Tagulandang ialah Desa Barangka Pehe, Boto, Lesah, Lesah Rende, Mahangiang, Pahiama dan Tulusang.
Masyarakat yang berada dekat dengan Gunung Ruang juga diminta waspada akan potensi lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan tsunami yang disebabkan oleh runtuhan tubuh gunung ke dalam laut.
Dievakuasi 6 KM
Masyarakat yang tinggal di radius enam kilometer harus dievakuasi sebagai mitigasi ancaman lava, awan panas, dan batu pijar.