TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto akan mendapatkan kenaikan pangkat jenderal kehormatan oleh Presiden Jokowi.
Dikutip dari Kompas.com, acara penyematan itu akan dilakukan saat rapat TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/2/2024).
“Iya betul, naik pangkat jenderal kehormatan,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen R Nugraha Gumilar kepada Kompas.com, Selasa (27/2/2024).
Baca juga: Real Count Pilpres Data Masuk 77,52 Persen: Prabowo Raih 75 Juta Suara, Nyaris Tembus 59 Persen
Dikutip dari Wartakota, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan tanda kehormatan itu diberikan Prabowo sesuai dengan UU nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar Tanda Jasa da Kehormatan.
"Besok Pak Prabowo bakal hadir di Rapim TNI dan rencananya akan menerima keputusan presiden (keppres) dari Presiden terkait dengan tanda kehormatan berupa kenaikan pangkat secara istimewa menjadi jenderal TNI," kata Dahnil Anzar Simanjuntak.
Diketahui, sebelum Prabowo Subianto, ada beberapa tokoh yang sudah mendapatkan pangkat yang sama.
Antara lain, Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, lalu Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan hingga mantan Kepala BIN Hendropriyono.
Baca juga: Perolehan Suara Prabowo-Gibran Tetap Unggul setelah Pencoblosan Ulang, Ini Reaksi Cawapres 02
Dahnil menambahkan alasan pemberian pangkat itu dari Jokowi ke Prabowo lantaran dedikasinya dan kontribusi dalam dunia militer.
"Oleh sebab itu, Pak Prabowo diputuskan diusulkan oleh Mabes TNI kepada Presiden untuk diberikan jenderal penuh," jelasnya.
Diketahui, pangkat terakhir Prabowo adalah Letnan Jenderal (Purn) atau bintang tiga.
Dengan kenaikan pangkat itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu akan menyandang bintang empat.
Baca juga: Alasan Prabowo Tak Temui Warga yang Teriakkan Namanya di Luar Rumah dan Hanya Beri Lambaian Tangan
Untuk mendapatkan bintang empat tersebut, awalnya berdasarkan rekomendasi dari Kementerian terkait ke TNI.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Nugraha Gumelar.
"Selanjutnya TNI mengusulkan ke presiden," kata Nugraha.
"Iya, betul (Pak Jokowi yang menyematkan),” ujar Gumilar.
Adapun Rapim TNI-Polri akan dimulai sekira pukul 09.00 WIB. (TribunWow.com)