Pilpres 2024

PDIP Beri Peringatan KPU soal Perhitungan Suara Pilpres 2024: Bisa Kena Azab hingga Karier Habis

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politikus PDIP, Aria Bima. Politisi PDIP Aria Bima memberi peringatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terkait perhitungan suara Pilpres 2024.

“Ketika PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan tahun 2004 dan 2009, kami banyak diapresiasi karena peran serta meningkatkan kualitas demokrasi," terang Hasto.

Baca juga: Prabowo-Gibran Unggul Telak di Kandang Banteng, Pengamat Sebut Efek Jokowi, PDIP Ungkap Hal Berbeda

"Bahkan, tugas di luar pemerintahan, suatu tugas yang patriotik bagi pembelaan kepentingan rakyat itu sendiri."

Dalam kesempatan itu, Hasto turut menyinggung hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei.

Politisi asal Yogyakarta itu menyebut selisih perolehan suara antara paslon 02 terlampau jauh dengan dua paslon lainnya.

“Polanya mirip, apalagi kalau dilihat begitu kaget dengan hasil quick count dengan apa yang terjadi dalam dua bulan ini karena terjadi gap, kami akan analisis,” sambung dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, hingga kini hasil quick count maupun real count menunjukkan pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan presentase suara lebih dari 50 persen.

Sedangkan posisi kedua ditempati paslon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan posisi terakhir ditempati oleh paslon nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Berikut hasil quick count sejumlah lembaga survei hingga Jumat (16/2/2024) pukul 19.40 WIB:

1. Litbang Kompas

Anies-Muhaimin: 25,23 persen

Prabowo-Gibran: 58,45 persen

Ganjar-Mahfud: 16,32 persen

Data masuk: 99,70 persen

2. Charta Politika

Anies-Muhaimin: 25,57 persen

Halaman
1234