Sedangkan di posisi kedua ditempati oleh pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan tingkat elektabilitas di angka 24,1 persen.
Disusul Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan elektabilitas 19,6 persen.
"Dan masih ada 4,5 persen pemilih responden kita yang waktu kita survei mengatakan tidak tahu tidak jawab," kata Burhanuddin.
Dalam survei yang dilakukan kurun waktu 28 Januari sampai dengan 4 Februari 2024 itu memiliki margin of error di angka 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Melibatkan 5.500 orang responden pemilih hak pilih pada pemilu 2024.
Serta menggunakan multistage random sampling dalam penentuan respondennya.
Jumlah responden terdiri dari 1.200 orang yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.
Dan 4.300 orang responden di 18 provinsi yang mendapatkan oversample.
Baca juga: Hasil Survei Elektabilitas Partai Politik Terbaru Jelang Pencoblosan: Gerindra Vs PDIP Beradu Ketat
Berikut hasil survei elektabilitas detik terakhir jelang masa tenang kampanye capres-cawapres menurut Indikator Politik Indonesia:
- Prabowo-Gibran: 51,8 persen
- Anies-Muhaimin: 24,1 persen
- Ganjar-Mahfud: 19,6 persen.
3. Hasil survei Poltracking
Selanjutnya ada hasil survei yang dikeluarkan oleh Poltracking.
Dalam rilis survei Poltracking menyatakan paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran menjadi yang tertinggi dengan raihan elektabilitas mencapai 51,7 persen.
Disusul oleh Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di posisi kedua dengan 26,7 persen.
Dan dilanjutkan Ganjar-Mahfud di posisi ketiga dengan 20,7 persen.
"Kesimpulannya, (elektabilitas) Anies-Muhaimin diprediksi 27,6 persen. Lalu, Prabowo-Gibran 51,7 persen. Kemudian, Ganjar-Mahfud MD 20,7 persen," ucap Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda, dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Jumat (9/2/2024).