Kabinet Jokowi

Mahfud MD Mundur dari Menteri Jokowi: Minta Restu ke Megawati hingga Ingin Temui Presiden Langsung

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potret Menko Polhukam Mahfud MD yang diunggah di akun media sosial pribadinya, Sabtu (6/8/2021).

TRIBUNWOW.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD sudah bersiap mundur dari Kabinet Jokowi, Rabu (31/1/2024).

Sejumlah manuver sudah dilakukan Mahfud MD untuk secara resmi pengunduran dirinya sebagai menteri.

Sebelum mengundurkan diri, Mahfud MD sudah melakukan beberapa pertemuan mulai dari perwakilan istana hingga Ketua Umum PDIP Megawati sebagai orang yang mengusungnya sebagai cawapres 2024.

Baca juga: Elektabilitas Capres-Cawapres di 9 Lembaga Survei, Anies-Muhaimin Vs Prabowo-Gibran Vs Ganjar-Mahfud

Dikutip dari Kompas.com, Mahfud MD mengaku alasannya mundur secara terhormat dengan memakai etika yang berlaku.

"Dulu saya diangkat dengan penuh penghormatan, dan sekarang juga harus memberitahu dengan hormat tentang langkah langkah politik saya. Itu segi etikanya ya," kata Mahfud saat ditemui di Cirebon, Selasa (30/1/2024).

Selain itu, alasan Mahfud MD mundur yakni terkait politik karena dirinya dicalonkan jadi cawapres.

"Lalu yang kedua, masalah politik, ya, saya sudah jadi cawapres, jadi harus jelas. Secara ketatanegaraan, jabatan menteri itu hak prerogatif presiden. Jadi saya harus datang penuh penghormatan," kata Mahfud.

Dia juga menyebut, orang Jawa adalah orang yang menjunjung etika.

Untuk itu, dia akan melangkah penuh dengan etika. "Orang Jawa itu etikanya, tidak datang dan pergi begitu saja, sehingga selalu baik-baik," kata Mahfud.

Baca juga: 8 Elektabilitas Capres-Cawapres 2024 Terbaru, Anies-Imin Ungguli Ganjar-Mahfud di 6 Hasil Survei

Sebelumnya, Mahfud MD juga sudah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati pada Selasa (30/1/2024).

Dikutip dari Kompas TV, hal itu dikatakan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud.

Tujuan pertemuan Mahfud MD dan Megawati tersebut adalah untuk meminta restu.

“Sudah lama diberikan restu,” kata Hasto Kristiyanto.

“Mundurnya Prof Mahfud sebenarnya sudah dirancang antara Pak Ganjar Pranowo dan Prof Mahfud MD bersama dengan partai politik pengusungnya (PDIP, PPP, Perindo, Partai Hanura) di dalam rapat dengan TPN beberapa waktu yang lalu,” ucap Hasto.

Sementara itu, dikutip dari YouTube Antara, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan Mahfud MD awalnya bertemu dengan Mensesneg Pratikno.

Halaman
12