Untuk itu, dia akan melangkah penuh dengan etika. "Orang Jawa itu etikanya, tidak datang dan pergi begitu saja, sehingga selalu baik-baik," kata Mahfud.
Baca juga: 8 Elektabilitas Capres-Cawapres 2024 Terbaru, Anies-Imin Ungguli Ganjar-Mahfud di 6 Hasil Survei
Sebelumnya, Mahfud MD juga sudah bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati pada Selasa (30/1/2024).
Dikutip dari Kompas TV, hal itu dikatakan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Media Center TPN Ganjar-Mahfud.
Tujuan pertemuan Mahfud MD dan Megawati tersebut adalah untuk meminta restu.
“Sudah lama diberikan restu,” kata Hasto Kristiyanto.
“Mundurnya Prof Mahfud sebenarnya sudah dirancang antara Pak Ganjar Pranowo dan Prof Mahfud MD bersama dengan partai politik pengusungnya (PDIP, PPP, Perindo, Partai Hanura) di dalam rapat dengan TPN beberapa waktu yang lalu,” ucap Hasto.
Sementara itu, dikutip dari YouTube Antara, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana mengatakan Mahfud MD awalnya bertemu dengan Mensesneg Pratikno.
"Dalam pertemuan itu Pak Mahfud menyampaikan permohonan pada Pak Presiden untuk dapat diterima menghadap Beliau," kata Ari Dwipayana.
Menjawab hal itu, Pratikno mengatakan jika saat itu Presiden sedang berada di luar kota.
"Pak Mensesneg akan melaporkan permohonan dari Menkopolhukam pada Pak presiden pada kesempatan yang pertama."
Namun, dalam pertemuan itu, Ari menyebut belum ada surat pengunduran diri yang disampaikan oleh Mahfud MD ke Mensesneg, Senin (29/1/2024). (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)