TRIBUNWOW.COM - Jelang pencoblosan pada 14 Februari 2024, kekuatan para capres-cawapres semakin terlihat dalam survei terkini.
Meski demikian, mayoritas survei memperlihatkan belum ada pasangan calon yang melampaui 50 persen, sehingga kemungkinan Pilpres 2024 terjadi dua putaran masih sangat besar.
Berdasarkan tiga survei terbaru, pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka masih dominan.
Sementara itu, pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD, bersaing ketat memperbutkan posisi kedua.
Baca juga: Elektabilitas Capres Terbaru Versi Lembaga Asing dan Nasional, Siapa Terkuat Jelang Pencoblosan?
Berikut tiga survei terbaru jelang pencoblosan yang bisa Anda cek:
1 Survei SDI
Lembaga survei Skala Data Indonesia (SDI) merilis hasil survei nasional terkait dengan elektabilitas pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden dan elektabilitas partai politik yang diselenggarakan di Jakarta Selatan.
Dalam temuannya, SDI mencatat bahwa para swing voters mempunyai peran penentu arah Pilpres.
Awalnya, Direktur SDI Azka Abdi Amrurobbi bicara soal dinamika elektabilitas paslon yang masih dinamis.
"Sehingga Pilpres satu atau dua putaran masih belum bisa diketahui,” kata Direktur Skala Data Indonesia, Azka Abdi Amrurobbi dalam keterangannya, Jumat (26/1/2024).
Dalam temuan SDI, paslon nomor urut 2 Prabowo-Gibran, menempati posisi puncak elektabilitas, berikut rinciannya:
- Prabowo-Gibran: 45,7 persen
- Anies-Cak Imin: 27,6 persen
- Ganjar-Mahfud: 16,9 persen
Sementara itu, data responden yang tidak tahu/tidak menjawab (undecided voters) sebesar 9,8 persen.
“Meski demikian, pemilih swing voters (pemilih yang masih dapat berubah pilihan) sebesar19,6 persen."
"Sehingga, dengan demikian, suara swing voters dan undecided voters sangat menentukan arah Pilpres ke depan."
"Karena itu, Pilpres akan digelar satu atau dua putaran, salah satu variabel yang penting ialah ke mana arah suara swing voters dan undecided voters,” tutur Azka.
Tidak hanya itu, Azka juga memaparkan dari hasil survei SDI bahwa debat Capres danCawapres cukup berpengaruh terhadap landasan publik memilih pasangan Capres dan Cawapres.