"Saya dan Pak Mahfud berdiskusi sejak awal soal ini, karena mampu enggak kita menjaga diri bertindak netral dan tidak menggunakan fasilitas negara, sebagia pejabat publik tapi aktif dalam kontestasi Pemilu," kata Ganjar.
Baca juga: Ucapan Ulang Tahun untuk Megawati dari 3 Capres, Anies Beri Pesan Hangat, Ganjar Tumpengan, Prabowo?
- Tunggu Waktu
Saat ini, rencana mundur dari Menkopolhukam itu masih sebatas rencana yang belum dijalankan.
Terkait waktunya, Mahfud MD menyebut akan menunggu waktu yang tepat agar keputusannya tidak menyinggung Presiden Jokowi.
Pasalnya, Jokowi-lah yang sudah memberikan kesempatan untuknya untuk memegang jabatan tersebut.
"Tetapi, pada waktu itu ada beberapa pertimbangan ya. Pertimbangannya perlu etika saya kepada Pak Jokowi," kata Mahfud.
"Saya dulu diangkat oleh beliau dengan sangat terhormat dengan penuh kepercayaan kepada beliau sebagai presiden rakyat dan saya harus mempersiapkan masa transisi baik-baik," ujar dia.
Kendati demikian, ia menegaskan dirinya tak pernah menggunakan fasilitas negara selama kampanye.
Dia telah membuktikan hal itu selama tiga bulan terakhir dan bermaksud memberi contoh bagi pejabat lainnya.
"Saya juga tidak minta protokoler yang lebih dari yang ditentukan oleh pemerintah, KPU, dan sebagainya. Sehingga saya tidak minta didampingi pejabat apa pun kecuali yang melekat secara hukum," tutur dia. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)