Diketahui, Bripda Novandro sehari-hari bekerja di pos Lantas yang terletak di simpang Desa Kapur, tidak jauh dari Jembatan Kapuas 2.
Ketika bertugas, Bripda Novindra mendapatkan informasi dari warga adanya bus Damri yang mengalami masalah di atas jembatan.
Ia pun sontak langsung menuju ke lokasi menggunakan sepeda motor miliknya.
"Pagi itu arus lalu lintas lancar. Tapi ada info warga, bus Damri trouble. Jadi saya bergegas kesana," katanya.
"Jadi dari pos kapur itu saya kesana mengejar. Sampai tak sempat pakai sepatu, jadi hanya pakai sandal," kata Bripda Novandro dikutip dari Tribun Pontianak, Selasa (2/1/2023).
Sesampainya di lokasi, tepatnya di arah naik ke jembatan dari Sungai Raya, Novandro melihat bus Damri berjalan mundur.
Sementara di belakang bis, ada pengendara yang akan melintas.
Pada saat itu, Bripda Novandro pun spontan melepaskan motor dengan harapan bisa mengganjal ban bus Damri sehingga tidak mengenai pengendara lain.
Ia juga menyebut seniornya yang bernama, Bripka M Isa ikut melepaskan motornya untuk ganjalan.
"Kejadiannya cepat. Spontan saya lepaskan motor. Senior saya, M Isa juga pas lewat di situ juga melepaskan motor miliknya untuk ganjalan," ungkap Novandro.
"Fokus saya memang ke pengendara yang ada di belakang. Bagaimana agar mereka tidak kena bis," paparnya.
Novandro mengatakan, sepeda motor miliknya dan M Isa terseret kurang lebih tiga meter.
"Setelah sekitar tiga meter, baru bus Damri itu berhenti. Alhamdulillah tidak kena mobil dan kendaraan lain," katanya.
Baca juga: Deretan Kritik Ganjar Pranowo soal Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran, Lebih Pilih Internet
Dirinya tak dapat membayangkan jika aksi spontan itu tak dilakukan.
Terlebih di belakang bus Damri itu juga ada mobil Pertamina yang sedang mengakut minyak.