Pilpres 2024

Cak Imin Mau Bangun 40 Kota Setara Jakarta, Pengamat Sebut Harus Realistis, Ungkit Rumah DP 0 Rupiah

Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Gedung Guru, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/12/2023).

TRIBUNWOW.COM - Pengamat bidang perkotaan Yayat Supriyatna menanggapi pernyataan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang mengaku mau membangun 40 kota setara Jakarta.

Diketahui, ucapan Cak Imin ini disampaikan saat debat cawapres Jumat 22 Desember 2023 lalu.

Menurut Yayat, janji Cak Imin soal pembangunan 40 kota setara Jakarta ini sulit untuk diwujudkan.

Baca juga: 3 Hasil Survei Capres Terbaru di Jawa Tengah, Anies Sebut Bukan Lagi Kandang Banteng, Siapa Unggul?

Ia pun mengingatkan Cak Imin harus realistis apabila membuat program.

"Namanya jargon politik ya bebas saja, tapi kan harus realistis," ucap Yayat dikutip dari Wartakotalive.com, (25/12/2023).

Yayat mengatakan diperlukan kajian mendalam tentang pembangunan puluhan kota setara Jakarta.

"Ini bukan perkara mudah, dan tidak hanya sekedar soal apakah cukup waktu selama lima tahun mengerjakannya, " ujarnya.

Menurut Yayat, apabila parameternya adalah Jakarta, dibutuhkan key performance indicator tentang apa yang dimiliki Jakarta dan akan ditiru.

"Apa mau ditiru macetnya, banjirnya atau minimnya ketersediaan air bersih?" tanya dia.

"Apa mungkin bisa membangun 40 kota seperti Jakarta dengan APBD Rp80 triliun dengan jumlah penduduk di atas satu juta jiwa? Tentu harus dikaji secara mendalam sesuai key performance indicator tadi."

Ungkit Rumah DP 0 Rupiah yang Tak Terealisasi dengan Baik

Yayat mengatakan Jakarta yang memiliki anggaran Rp80 triliun saja belum bisa mengatasi beragam masalah dari dari banjir, kemacetan, hingga pasokan air bersih.

Dia turut menyinggung program DP 0 rupiah.

"Sekarang saja program rumah DP 0 rupiah tidak terealisasi dengan baik, " kata Yayat.

"Jakarta yang memiliki konsep modern, juga belum tentu bisa diimplementasikan di semua kota."

Halaman
123