Dan dia berkata, 'Bisakah Anda memberi tahu saya siapa presidennya?' Saya berkata, 'Ya, Ronald Regan.' Dan dia berhenti.”
“TV sekarang sudah pintar. TV yang saya ingat adalah sebuah kotak yang menempel di dinding sehingga kami harus bangun dan mengganti salurannya,” katanya.
Denicola didiagnosis menderita amnesia ekstensif, tetapi dokter masih belum dapat menentukan penyebab pastinya bahkan setelah tes dan pemindaian ekstensif.
Lima tahun setelah menderita migrain yang mengubah hidupnya, nenek berusia hampir 60 tahun itu masih belum pulih ingatannya.
Dokter khawatir ingatannya tidak akan pernah kembali.
“Mereka mengatakan kepada saya, jika saat ini saya belum mendapatkan ingatan saya kembali, maka saya mungkin tidak akan mendapatkannya,” katanya kepada outlet.
Diketahui, kasus seperti ini semakin sering terjadi.
Penyebabnya adalah aktivitas yang berat, peristiwa strea hingga hubungan kesehatan seperti kerap mengalami migrain.
Kondisi ingatan seringkali hanya bersifat sementara dan dapat terulang kembali, namun kematian sangat jarang terjadi.
Denicola telah membaca entri jurnal dalam upaya untuk mengingat kehidupannya tetapi ia mengatakan rasanya seperti membaca tentang orang lain.
Denicola menghidupkan kembali cintanya pada suaminya dan menyaksikan anak-anaknya tumbuh besar melalui cerita dan fotonya.
Meski tampaknya dia kehilangan 30 tahun hidupnya, Denicola masih menjalani hidup sebaik mungkin setiap tahunnya.
“Aku mungkin kehilangan ingatanku, tapi coba tebak? Kami bisa membuat yang baru,” katanya. (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)