Setelah permainan terhenti, wasit utama Yudi Nurcahya menghampiri asisten wasit untuk berkonsultasi.
Dua menit sejak momen Yuran menyundul bola, gol akhirnya disahkan.
Dikutip dari Kompas.com, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Tri Widodo menceritakan polemik pertandingan dimulai pada gol Yuran Fernandes pada menit ke-86.
Ia menyebut bola tandukan bek PSM tersebut sudah melewati garis gawang sebelum kemudian ditepis Dikri Yusron saat masih di tengah udara.
"Memang itu masuk dan terjadi gol, ketika bola sudah di dalam berhasil ditepis keluar oleh kiper, tetapi sudah melewati garis putih, berarti kan gol," tuturnya kepada Kompas.com.
Masalahnya, setelah itu, wasit Yudi Nurcahya tidak langsung mengesahkan gol tersebut.
Namun, dia membiarkan bola tepisan Dikri Yusron tersebut bergulir dan dimainkan dalam penguasaan bola Persik.
Persik pun melanjutkan permainan karena wasit tidak membunyikan peluit tanda terjadinya gol.
Pertandingan pun terus berjalan.
Baru setelah bola keluar lapangan, wasit berkoordinasi dengan hakim garis.
Dari hasil koordinasi tersebut, kemudian baru diputuskan bahwa gol dari Yuran Fernandes merupakan gol yang sah dan membuat PSM berhak unggul 1-0.
"Mungkin yang menjadi pemicu keributan adalah terlalu lama pengambilan keputusan itu, antara gol itu sah atau tidak," kata pria yang biasa disapa Widodo Hunter itu.
"Jadi, bagaimana bola itu masuk, kemudian ditepis ke tengah lapangan dan dimainkan lagi. Persik bermain menyerang, kemudian bola keluar dan baru terjadi diskusi gol itu," imbuhnya.
Baca juga: Bonek-Bonita Pilih Siapa? 4 Sosok Calon Pelatih Persebaya Surabaya Dikantongi, 3 Terjal 1 Realistis
Setelah itu, pemain Persik melakukan protes keras kepada wasit.
Tri Widodo mengatakan, situasinya memang serba-ambigu.