Selain itu, masih ada sepakan keras Ezra Walian dari luar kotak penalti yang sukses secara heroik diselamatkan oleh Dikri Yusron.
Baca juga: Persib Bandung Dilibas Persik di GBLA, Bojan Hodak Kena Kritik Tajam Bobotoh, Ungkit Blunder Fatal
Begitu pula sepakan Stefano Beltrame di awal babak kedua yang masih lengket di tangan kiper berusia 28 tahun tersebut.
Bahkan, di menit akhir laga, ketika David da Silva berhasil one on one dengan Dikri Yusron, sepakan kerasnya masih mampu diadang.
Kokohnya penampilan Dikri Yusron menjadi faktor lain di balik hancurnya rekor unbeatten yang coba dirintis oleh Bojan Hodak.
Tercatat, rekor itu hancur tepat di angka 14 pertandingan dan gagal melampui rekor milik Luis Milla yakni 16 pertandingan.
Uniknya, Dikri Yusron merupakan produk asli jebolan Persib Bandung junior.
Dikri Yusron yang pernah ikut dalam program PSSI bertajuk SAD Indonesia putuskan masuk Persib Bandung junior tahun 2013.
Tiga musim yakni sampai 2016, Dikri Yusron muda memutuskan untuk bergabung dengan Sriwijaya FC junior.
Hingga pada akhirnya promosi ke skuad senior Sriwijaya FC pada 2018.
Sayang, kariernya bersama Laskar Wong Kito hanya berjalan singkat.
Ia pun memutuskan untuk bergabung dengan Badak Lampung pada 2019 sampai dengan 2021.
Dan terkini, Persik Kediri jadi pelabuhannya sejak 2021 lalu sampai saat ini.
Profil Dikri Yusron
Dikutip TribunWow.com dari Transfermarkt, berikut profil dari Dikri Yusron:
Nama : Dikri Yusron Afafa