TRIBUNWOW.COM - PDIP terus-terusan menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya.
Terbaru, Ketua Umum PDIP Megawati menganggap kekuasaan saat ini seperti orde baru.
Namun, secara tak langsung serangan yang ditujukan ke Jokowi itu akan menjadi kelemahan untuk PDIP.
Baca juga: Kritik Penguasa, Megawati Merasa Tak Dihormati dan Sebut seperti Orde Baru: Banyak Kader PDIP Nangis
Dikutip dari Antara, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan serangan itu bisa membuat capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD kehilangan pemilihnya.
Sebaliknya, pendukung Jokowi akan berpindah ke capres Prabowo Subianto dan cawapres Gibran Rakabuming Raka.
"PDIP dengan strategi attacking-nya secara pasti meskipun tak disadari turut membantu eksodus basis Pak Jokowi dari Ganjar ke Prabowo," kata Burhanuddin Muhtadi, Rabu (29/11/2023).
"Karena basis pendukung Ganjar sebagian besar adalah loyalis Pak Jokowi," tambahnya.
Baca juga: 7 Hasil Survei Terbaru Elektabilitas Anies-Imin Vs Prabowo-Gibran Vs Ganjar-Mahfud, Siapa Unggul?
Burhanuddin menambahkan jika PDIP terus-terusan menyerang Jokowi, hal itu akan mempercepat proses migrasi pendukung Ganjar ke Prabowo.
Hal ini juga berpengaruh karena adanya anak Jokowi yakni Gibran Rakabuming yang juga maju di kontestasi.
"Mas Ganjar awalnya putra mahkota Pak Jokowi. Tapi kemudian ada perbedaan rute dan itu yang kemudian mempercepat proses eksodus," tambahnya.
Bahkan, secara ekstrem Ganjar-Mahfud MD bisa saja berada di posisi ketiga karena penurunan suara yang mereka miliki.
Baca juga: Aktivitas 3 Capres-Cawapres di Hari Kedua Kampanye: Anies-Cak Imin, Prabowo-Gibran, Ganjar-Mahfud
Sehingga jika pilpres akan diadakan dua putaran, Ganjar-Mahfud MD akan gugur lebih dulu.
Hal serupa juga dikatakan oleh Direktur Eksekutif Poltracking Hanya Yuhda soal potensi pemilih Ganjar pindah ke Prabowo.
Dikutip dari Kompas.com, berdasarkan hasil survei sebanyak 27 persen pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 akan bergeser ke Prabowo, Sabtu (11/11/2023).
"27,2 persen untuk Prabowo-Gibran tidak bisa dikatakan rendah sesuai potret hari ini. Justru angka tersebut bisa menjadi angka awal untuk berpotensi terus meningkat seiring arah dukungan Jokowi semakin jelas setelah Gibran menjadi cawapres Prabowo," kata Hanta kepada Kompas.com, Sabtu (11/11/2023).