Sempat juga terdengar bunyi emergency locator transmitter dasi satu di antara dua pesawat sebelum keduanya saling berbunyi.
Dikutip dari Kompas.com, Agung mengatakan dugaan awal pesawat tempur yang jatuh itu karena cuca buruk.
"Ini murni cuaca buruk yang membuat pesawat tidak melihat, terbang terlalu dekat dengan lereng Gunung," jelas Agung.
"Jadi ini pure cuaca buruk kelihatannya. Namun saya belum bisa memastikan karena butuh penyelidikan lebih lanjut," sambungnya.
Baca juga: Hadiri Gala Dinner, Delegasi Kerajaan Malaysia Mendarat dengan Pesawat Pribadi di Bandara Adisucipto
Diketahui, empat penerbang yang jadi korban itu adalah Letkol Pnb Sandhra Gunawan, Kolonel Adm Widiono, Mayor Pnb Yuda A Seta, dan Kolonel Pnb Subhan.
Satu pesawat ditemukan di Desa Keduwung, Kecamatan Puspo.
Sedangkan, satu pesawat lainnya jatuh di Kawasan Gunung Kunti, Kecamatan Lumbang. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)