Pilpres 2024

Pernyataan Jokowi yang Sebut Pilpres 2024 Banyak Dramanya Dinilai Serangan Balik terhadap PDIP

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) hadir menjadi pembicara dalam acara hari Ulang Tahun PDI Perjuangan yang ke-50, Selasa (10/1/2023).

TRIBUNWOW.COM - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Pilpres 2024 banyak drama dinilai serangan balik terhadap PDIP.

Dilansir Tribunnews.com, hal ini disampaikan pengamat politik, Ujang Komarudin saat menanggapi pernyataan Presiden Jokowi tentang banyaknya drama menjelang Pilpres 2024.

Menurut Ujang Komarudin, pernyataan Jokowi adalah serangan balik terhadap PDIP.

"Kelihatannya pernyataan Jokowi menyindir pihak PDIP karena PDIP sendiri kan kecewa dengan Jokowi yang tidak mendukung Ganjar-Mahfud, tetapi lebih cenderung mendukung Prabowo-Gibran," kata Ujang, Kamis, (9/11/2023), dikutip dari Wartakotalive.com.

Baca juga: Paket Komplit Dukungan Jokowi untuk Prabowo Subianto, Anak dan Menantu Gabung Koalisi Indonesia Maju

Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia itu, mengatakan belakangan ini kebijakan Jokowi mendapat banyak kritik dari PDIP.

Oleh karena itu, Ujang menganggap, pernyataan Jokowi itu sebagai serangan dari Presiden terhadap PDIP.

"Di situlah kelihatan Jokowi mengkritik balik PDIP bahwa berpolitik jangan menggunakan perasaan, entah siapa yang benar, siapa yang salah, yang jelas ini adu kritik antara PDIP dan Jokowi," katanya.

Ujang meyakini, pernyataan Jokowi itu memang ditujukan kepada PDIP karena arah dukungan dia pada Pilpres 2024 berbeda dengan PDIP.

Jokowi: Pilpres 2024 Dipenuhi Drama

Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai suasana menjelang Pilpres 2024 dipenuhi dengan drama dan sinetron.

Jokowi mengatakan, seharusnya yang dipertandingkan dalam Pilpres ialah gagasan atau ide.

"Saya melihat akhir-akhir ini, kita terlalu banyak dramanya, drakornya (drama Korea), terlalu banyak sinetronnya. Mestinya pertarungan gagasan, ide, bukan pertarungan perasaan. Kalau yang terjadi pertarungan perasaan, repot semua kita," kata Jokowi dalam sambutannya pada acara puncak perayaan HUT ke-59 Partai Golkar, Senin kemarin.

Baca juga: Komarudin Watubun Tak Habis Pikir Kenapa Jokowi Enggan Dukung Ganjar, Sebut Sosok yang Pengaruhi

Presiden pun meminta pihak yang menang dalam pilpres nanti tidak jemawa.

"Yang harus kita pegang sekarang jika menang jangan jemawa, dan jika kalah jangan murka. Setelah berkompetisi saya setuju tadi Pak Prabowo bilang, bersatu kembali rukun kembali," katanya.

Dia menyebut, yang perlu diperlihatkan saat ini ialah demokrasi yang berkualitas dan tidak memecah-belah.

Halaman
12