TRIBUNWOW.COM - Pasangan calon Anies Baswedan serta Muhaimin Iskandar (Cak Imin) selalu mendapatkan hasil survei elektabilitas terendah dalam Pilpres 2024.
Menanggapi hal itu, Anies Baswedan mengatakan ini bukan kali pertama dirinya mendapati survei yang rendah namun bisa keluar jadi pemenang.
Seperti pada Pilkada DKI 2017 lalu di mana Anies Baswedan berhasil mengalahkan Ahok yang jadi pesaingnya.
Baca juga: 5 Hasil Survei Elektabilitas Capres Prabowo Vs Anies Vs Ganjar yang Dirilis Bulan Oktober 2023
Padahal survei saat itu tak ada yang menempatkan Anies sebagai nomor satu.
"Pengalaman kami di Jakarta kami itu belum pernah ada survei yang menempatkan kami nomor 2, apalagi nomor 1," kata Anies Baswedan.
"Bahkan seminggu sebelum Pilkada Jakarta kami ini masih tetap nomor 3 dengan selisih yang amat jauh lalu ketika terjadi Pilkada, suasanya berubah sekali."
Kemungkinan itu terjadi lagi juga menjadi kekawatiran kubu paslon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Baca juga: 5 Hasil Survei Elektabilitas Capres Prabowo Vs Anies Vs Ganjar yang Dirilis Bulan Oktober 2023
Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen PAN Eddy Soeparno dikutip dari Tribunnews, Kamis 2 November 2023.
Diketahui, Anies Baswedan yang saat itu berpasangan dengan Sandiaga Uno punya elektabilitas sangat rendah dari pasangan lainnya.
Tetapi akhirnya Anies-Sandiaga justu bisa memenangkan Pilkada.
Faktor X itulah yang saat ini tengah dipelajari Koalisi Indonesia Maju (KIM).
Eddy menyebut hal itu bertujuan mengantisipasi jika terjadi peristiwa serupa.
"Tetapi saya juga melihat bahwa kita tidak pernah memikirkan Mas Anies itu bisa menjadi gubernur DKI apalagi elektabilitasnya sangat rendah, tiba-tiba bisa mengejar," kata Eddy Soeparno.
"Jadi itupun opsi itu harus kita pelajari juga," kata dia.
Baca juga: Arah Dukungan Kabinet Jokowi di Pilpres 2024, Prabowo dan Ganjar Dapat Banyak, Anies?
Sementara itu, jika kemungkinan terjadi ada paslon yang harus gugur di putaran pertama.