Perang Israel Vs Hamas

Hamas Siap Beri Pelajaran ke Israel, Sebut akan Ada Serangan yang Sama saat 7 Oktober Lalu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Hamas, Ghazi Hamad yang marah saat jalani wawancara dengan BBC, Jumat 27 Oktober 2023

TRIBUNWOW.COM - Seorang pejabat Hamas Ghazi Hamad mengatakan geram dengan serangan yang dilancarkan oleh Israel.

Dikutip dari Hindustantimes, Ghazi Hamad mengatakan jika Israel sudah tak punya tempat di Palestina.

"Israel adalah negara yang tidak memiliki tempat di tanah kami," ujar Ghazi Hamad.

Baca juga: Bagaimana Aplikasi Telegram Bisa Bekerja Jadi Senjata yang Mengerikan dalam Perang Israel Vs Hamas

Bahkan ia membocorkan akan ada serangan yang sama seperti 7 Oktober 2023 lalu.

Di mana saat itu Hamas memberikan serangan kejutan untuk Israel yang berujung banyaknya korban.

Kali ini tak main-main, Hamas akan membuat serangan untuk Israel secara berkali-kali hingga mengalami kehancuran.

Ghazi Hamad berani mengatakan hal itu dalam wawancara televisi Lebanon yang diterbitkan ulang oleh media Inggris.

Baca juga: Di Tengah Konflik Israel Vs Hamas, Kabinet Perang Netanyahu juga Terpecah dan saling Tak Percaya

Ia mengatakan Hamas akan mengulangi serangan yang dilakukan pada 7 Oktober yang mereka sebut sebagai Operasi Badai al-Aqsa.

"Badai Al-Aqsa baru pertama kali terjadi dan akan terjadi banjir kedua, ketiga, keempat karena kita punya tekad, tekad, dan kemampuan untuk berperang,” kata Hamad.

Pejabat Hamas juga menambahkan bahwa kelompoknya siap membayar berapapun untuk kehancuran Israel.

“Kami disebut sebagai bangsa para orang yang rela mendertia dan bangga mengorbankannya," tambah Hamad.

“Israel adalah negara yang tidak memiliki tempat di tanah kami. Kita harus menyingkirkan negara tersebut karena hal ini merupakan bencana keamanan, militer dan politik bagi negara-negara Arab dan Islam, dan harus diakhiri.”

Baca juga: Detik-detik Juru Bicara Hamas Marah dan Keluar dari Wawancara setelah Dapat Pertanyaan Ini

Pertemuan tiga pimpinan tinggi Hamas, Hizbullah dan Jihad Islam Palestina (Sky News)

Ia menekankan bahwa serangan Hamas pada Israel tak dapat dibenarkan lantaran menyasar warga sipil.

“Itu adalah Israel, bukan kami. Kami adalah korban pendudukan."

"Oleh karena itu, tidak seorang pun boleh menyalahkan kita atas apa yang kita lakukan. Pada tanggal 7 Oktober, 10 Oktober, 1.000.000 Oktober, semua yang kami lakukan dibenarkan,” katanya. (TribunWOw.com/ Tiffany Marantika)