1.200 orang lainnya diyakini terkubur di bawah reruntuhan, hidup atau mati, kata otoritas kesehatan.
Jumlah itu didapatkan sebelum adanya ledakan di rumah sakit di Jalur Gaza.
Sementara itu, militer Israel membantah jika mereka adalah dalang di balik ledakan di rumah sakit.
Ia menuding ada kegagalan peluncur roket yang menyerang rumah sakit.
Selain itu Israel malah menuding Hamas telah membesar-besarkan jumlah korban yang tewas di rumah sakit itu.
Jumlah korban tewas akibat ledakan di rumah sakit sejauh ini merupakan yang tertinggi dari semua insiden di Gaza selama kekerasan saat ini.
Serangan itu memicu protes di Tepi Barat yang diduduki dan di wilayah yang lebih luas, termasuk di Yordania dan Turki. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)