Menurut Emrus, poros seperti itu berpotensi memuluskan jalan pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
"Bisa-bisa Anies-lah pemenangnya," ujar Emrus.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda buka suara soal wacana Gibran jadi cawapres Prabowo.
Jika wacana Gibran jadi cawapres Prabowo terealisasi, menurut Hanta, Prabowo akan menerima dampak positif maupun negatif.
Sisi positifnya, Gibran yang saat ini merupakan Wali Kota Solo dinilai sebagai sosok yang mampu memenangkan suara di Jawa Tengah di Pilpres 2024 mendatang.
Gibran, kata Hanta, dinilai bisa menggerus suara dan elektoral bacapres PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang notabene merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode.
Gibran juga bisa menjadi pemecah kebuntuan dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) dalam menentukan cawapres.
Pasalnya, masing-masing partai pengusung Prabowo mengusulkan satu nama untuk menjadi bakal calon wakil presiden.
Di sisi lain, efek negatif jika Prabowo mengusung Gibran adalah isu politik dinasti yang makin menyeruak.
Hal itu menurut Hanta bisa menurunkan elektabilitas Prabowo.
"Potensi isu politik dinasti, sehingga akan mengkristal kekutan kontra Jokowi," kata Hanta Senin (16/10/2023), dikutip dari YouTube KompasTV.
Denny Siregar Bocorkan Sosok Cawapres Prabowo Subianto
Sehari jelang Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuka pendaftaran Capres-Cawapres 2024, sejumlah partai politik kini tengah disibukkan dengan 'kejar tayang' persiapan kandidat mereka.
Partai koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hanura, Perindo misalnya.
Partai koalisi yang mengusung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024 itu disibukkan dengan pengumum/an cawapres mereka sejak pagi.