Melansir dari Kompas.com pada Rabu, 19 April 2023 lalu, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI sempat menyatakan bahwa pelaku match fixing di Liga Indonesia harus didegradasi.
“Jadi, kalau ada kejadian di lapangan apakah aturan yang ditabrak, jangan main main match fixing, kalau match fixing, langsung degradasi saja. Kalau ada match fixing, ditangkap, lalu degradasi,” tutur Erick Thohir saat berada di GBK Arena, Rabu 19 April 2023 lalu.
"Dan wasit, pemain, hukum semua," tandas Erick Thohir.
Sedangkan pada 26 Juni 2023 lalu, Erick Thohir juga menyatakan bahwa pelaku pengaturan skor bakal dilarang berkecimpung di dunia sepak bola seumur hidupnya.
"Kita sudah sepakat yang namanya pemain, wasit, pemilik, pengurus, termasuk saya, kalau memang ada main-main tidak boleh berkecimpung dalam sepak bola seumur hidup," tutur Erick Thohir.
"Kalau olahraga lain seperti bola basket bisa, masa sepak bola yang nomor satu kalah sama basket, ya?" lanjut Erick Thohir.
Tentu, akan menjadi kerugian besar bagi PSS Sleman apabila terbukti menjadi pelaku pengaturan skor di Liga 2 2018 lalu.
Selain terdegradasi, pemain-pemain penting PSS Sleman di Liga 1 2023 ini seperti Jonathan Bustos, Hokky Caraka, hingga Thales Lira bisa saja hengkang menuju klub rival di musim ini.
Patut dinantikan bagaimana kelanjutan dari kasus pengaturan skor di Liga 2 2018 selanjutnya. (TribunWow.com/Aulia)
Baca berita Liga 1 lainnya
Sebagian artikel ini telah diolah dari BolaSport.com dengan judul Klub Liga 2 yang Terlibat Match Fixing pada 2018 Masih Tampil di Liga 1 dan Kompas.com dengan judul Erick Thohir Ancam Pelaku "Match Fixing" Akan Dihukum Seumur Hidup