Liga 1

PSS Sleman Diduga Match Fixing, IG Kena Hujatan, Persija hingga PSIS Potensi Ketiban Untung Besar?

Editor: adisaputro
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Skuad PSS Sleman 2023/2024. PSS Sleman tengah dirundung dugaan kasus match fixing, IG resmi tim kena hujatan, Persija Jakarta dan PSIS Semarang potensi ambil keuntungan besar.

TRIBUNWOW.COM - PSS Sleman tengah dirundung dugaan kasus match fixing, IG resmi tim kena hujatan, Persija Jakarta dan PSIS Semarang potensi ambil keuntungan besar, berikut sebabnya.

Dilansir TribunWow.com, kabar mengejutkan datang dari PSS Sleman.

Tak disangka, klub berjuluk Super Elja itu saat ini tengah tertimpa masalah besar terkait dugaan match fixing yang dituduhkan pada saat PSS Sleman sukses promosi ke Liga 1 2019.

Sebagaimana diketahui, PSS Sleman berhasil keluar menjadi jawara Liga 2 2018 seusai menundukkan Semen Padang dengan skor 2-0 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satgas Anti Mafia Bola Polri, Asep Edi dalam sesi jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2023).

Baca juga: Sinyal Transfer Bertrand Crasson di PSS Sleman: Anak Emasnya Potensi Dibawa ke Bumi Sembada, BCS Cek

"Dalam beberapa pertandingan klub Y menang, dan naik ke Liga 1," kata Asep Edi dikutip TribunWow.com dari BolaSport.com.

"Dari delapan pertandingan, tujuh menang, satu kalah," sambung Asep Edi.

Berdasarkan pada penuturan Asep Edi, klub yang terlibat pengaturan skor di Liga 2 2018 saat ini masih berlaga pada gelaran Liga 1 2023/2024.

Tentu, merujuk dari tiga tim yang saat itu promosi ke Liga 1 2019, PSS Sleman, Semen Padang dan Kalteng Putra, hanya Super Elja yang saat ini masih eksis di kasta tertinggi.

Sedangkan untuk Semen Padang dan Kalteng Putra di musim yang sama langsung terdegradasi ke gelaran Liga 2 2020/2021.

Dengan begitu, indikasi clue yang disebutkan mengarah tunggal kepada PSS Sleman.

Potret skuad PSS Sleman saat bertandang ke markas Arema FC di pekan ke-14 Liga 1 2023. (Instagram @pssleman)

Baca juga: Carlos Fortes Otw PSS Sleman? Syarat dari PSIS Semarang bak Durian Runtuh untuk Super Elja, BCS Cek

"Masih di Liga 1 (klub Y yang terlibat match fixing)," kata Asep Edi.

"Dari 2018-2023 (kasus match fixing yang diselidiki)."

"Namun kan 2020-2021 akhir tidak ada pertandingan karena COVID-19," sambung Asep Edi.

Akibat dari indikasi tersebut, Instagram resmi PSS Sleman kini langsung digeruduk oleh beberapa pecinta bola di Indonesia.

Mereka turut memberikan komentar pada unggahan terkini PSS Sleman dengan memberikan hujatan.

"Oalah iki ta sg lolos promosi th 2018," tulis@wahadza***.

"Welcome liga 3," tulis@aripo_shipud***.

"Tim Mafia cocok di liga 2," tulis@gality2***.

"Liga 3 yoook bisaaa," tulis@verms_***.

"Harusnya golden ticket liga 3 klo hukuman tegas kayak LIGA ITALIA ygy??" tulis@bocahgro***.

"Yah terlibat match fixing . Tim wasit fc ,mafia kiw kiw, banyak duit ni yeew," tulis@iyuspermana6***.

Baca juga: PSS Sleman Krisis Mesin Gol & Assist? Sosok Rp 4,78 Miliar Persebaya Jadi Opsi Potensial, BCS Cek

Jika benar PSS Sleman terlibat match fixing, maka dapat diprediksi PSIS Semarang dan Persija Jakarta bisa ambil keuntungan besar.

PSIS Semarang dan Persija Jakarta bisa ambil kesempatan untuk bisa mendatangkan pemain-pemain bintang PSS Sleman.

Nama-nama seperti Jonathan Bustos dan Hokky Caraka bisa saja digoda PSIS Semarang dan Persija Jakarta.

Terlebih, belum lama ini, PSIS Semarang terang-terangan tertarik untuk bisa mendatangkan Hokky Caraka dari PSS Sleman.

Menarik dinantikan bagaimana nasib PSS Sleman nantinya jika benar terlibat dugaan match fixing saat berlaga di gelaran Liga  2018.

(TribunWow.com/Adi Manggala S)

Baca Berita Terkait

Sebagian artikel ini telah dikutip TribunWow.com dari Bolasport dengan judul Klub Liga 2 yang Terlibat Match Fixing pada 2018 Masih Tampil di Liga 1