TRIBUNWOW.COM - Dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor di Liga 2 2018 kembali mencuat.
Hal itu menyusul ditetapkannya tersangka baru dalam kasus dugaan pengaturan skor di Liga 2 oleh Satgas Anti Mafia Bola Polri.
Kepala Satgas Anti Mafia Bola Polri Asep Edi mengatakan bahwa ada klub Liga 2 yang sengaja mengatur hasil pertandingan untuk bisa promosi ke Liga 1.
Dan hasilnya, menurut Asep Edi, klub tersebut saat ini masih tampil di Liga 1 2023.
Baca juga: Sinyal Transfer Bertrand Crasson di PSS Sleman: Anak Emasnya Potensi Dibawa ke Bumi Sembada, BCS Cek
Perlu diketahui, ada tiga klub yang memastikan promosi ke Liga 1 musim 2019 yang merupakan hasil akhir Liga 2 2018.
Tiga tim itu adalah PSS Sleman, Semen Padang, dan Kalteng Putra.
PSS Sleman keluar sebagai jawara Liga 2 2018 usai menaklukkan Semen Padang dengan skor 2-0 di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
"Dalam beberapa pertandingan klub Y menang, dan naik ke Liga 1," kata Asep Edi, dalam sesi jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (12/10/2023).
"Dari delapan pertandingan, tujuh menang, satu kalah," sambung Asep Edi.
Berdasarkan penuturan Asep Edi, klub yang terlibat pengaturan skor di Liga 2 2018 masih berlaga di Liga 1 2023-2023.
Dengan demikian, indikasi mengarah ke PSS Sleman.
Kini PSS Sleman berada di urutan ke-14 klasemen Liga 1 2023-2024 dengan perolehan 18 poin.
Sementara untuk Kalteng Putra dan Semen Padang saat ini tampil Liga 2 2023-2024.
Baca juga: Peluang Barter Pemain PSIS Semarang dan PSS Sleman, Striker Asing Mahesa Jenar Ditukar Striker Lokal
"Masih di Liga 1 (klub Y yang terlibat match fixing)," kata Asep Edi.