TRIBUNWOW.COM - Lebanon merupakan negara terdekat di Palestina dan Israel juga mendapatkan dampak perang keduanya.
Diketahui, Lebanon memang kerap terlibat konflik perang baik di negaranya sendiri maupun di negara tetangga.
Sejak kelompok militer Palestina, Hamas melancarkan operasi ke Israel, Lebanon menjadi khawatir dan takut.
Baca juga: Hamas dan Israel Berkonflik, Paus Fransiskus yang Sakit, Khawatirkan Warga di Gaza yang Dikepung
Negara kecil itu ikut terguncang dari segi ekonomi lantaran berada di perbatasan dengan Israel.
Bahkan pada Senin, 9 Oktober 2023, tentara Israel telah menewaskan tiga warga Lebanon.
Ketiganya merupakan kelompok Syiah Lebanon dan Hizbullah.
Keesokan harinya, Hizbullah menembakkan peluru kendali ke kendaraan militer Israel sebagai balasnya.
Dalam pertempuran itu, wakil komandan Israel dinyatan tewas di perbatasan.
Baca juga: Konflik Hamas-Israel Disinggung Partai Gelora, Anis Matta Beberkan Alasan Dukung Prabowo di Pilpres
Israel lalu kembali membalas dengan menyerang pos pengamatan Hizbullah milik kelompok bersenjata yang mayoritas penduduknya Syiah.
Meningkatkan kekerasan di perbatasan membuat warga Lebanon memilih berada di dalam rumah dan mengungsi ke ibu kota.
Selain berdampak pada serangan, dari segi ekonomi jadi lebih buruk lagi.
Pada tahun 2021, Bank Dunia mengklasifikasikan ledakan ekonomi Lebanon sebagai salah satu krisis terburuk sejak abad ke-19.
Baca juga: Hacker Rusia Klaim Telah Bantu Hamas untuk Serang Israel, Target Selanjutnya Buat Pemerintah Was-was
Pada bulan Juni tahun lalu, Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan ada kepentingan pribadi di belakang kelas politik Lebanon yang menolak reformasi ekonomi penting.
Sejak 2019, mata uang Lebanon telah kehilangan sekitar 98 persen nilainya sementara produk domestik bruto (PDB) mengalami kontraksi sebesar 40 persen.
Sehingga perang membuat ekonomi negara ini semakin terpuruk.