Namun, hasil pemilihan tersebut nampaknya tidak diterima oleh RS.
Ia kemudian mendirikan paguyuban yang berlanjut dengan pembentukan RT tandingan.
"Mereka bikin RT dengan catatan RT itu jumlah pendukungnya 10 (KK)" ujar Teguh kepada Kompas.com, Selasa.
Teguh mengungkapkan, suami RS yang turut terlibat dalam pengadangan truk sampah berprofesi sebagai pengacara. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Kalah Saat Pemilihan RT, Perempuan di Bogor Adang Truk Sampah."