Pilpres 2024

PAN Pastikan All Out Dukung Prabowo meski Erick Thohir Bukan Cawapresnya, Pengamat: Cinta Mati

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan kata sambutan pada acara penandatanganan kerjasama politik di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (13/8/2023).

Terkait hal ini, pengamat politik Adi Prayitno memiliki dua analisa.

Pertama, PAN dinilai sudah cinta mati dengan Ketum Partai Gerindra itu.

Terlebih, dalam dua periode sebelumnya PAN selalu mendukung Prabowo dalam pilpres tahun 2014 dan 2019, meski hasil akhirnya selalu kalah.

“PAN cinta mati sama Prabowo Subianto apalagi PAN kerja sama dengan Gerindra sejak 2014 lalu meski selalu kalah pilpres,” ucap Adi saat dikonfirmasi, Minggu (27/8/2023).

Menurut Adi, bagi PAN, Prabowo kemungkinan sudah tidak tergantikan meskipun cawapres yang dipilih Prabowo pada pilpres mendatang bukan dari usulan PAN.

“Sekalipun Erick Thohir tak jadi cawapres nyatanya PAN melunak, tak harga mati harus Erick. Sikap politik PAN ini sudah kelas dewa,” tutur dia.

Baca juga: Prabowo Akui Rata-rata IQ Orang Indonesia Rendah, akan Beri Asupan Tambahan ke Pelajar jika Terpilih

Dugaan Ada Kekuatan Besar di Luar PAN

Selain itu, Adi juga berpandangan, kemungkinan ada kekuatan besar di luar PAN.

Kekuatan besar itu yang diduga membuat partai berlogo matahari putih itu masih tetap mendukung Prabowo sebagai capres dan tidak berkeberatan meski cawapresnya bukan Erick Thohir.

Namun begitu, Adi juga tidak mengetahui secara pasti soal dugaan tersebut.

“Mungkin ada kekuatan besar di luar PAN yang membuat PAN terlihat jinak, tak ngotot, dan tak harga mati Erick cawapres Prabowo. Tumben-tumbenan PAN berpolitiknya Ikhlas,” tuturnya.

Diketahui, belakangan ini muncul isu bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bermain dua atau tiga kaki dalam pilpres serta adanya sejumlah pendukung Jokowi yang beralih mendukung Prabowo.

Pemilih Jokowi Dukung Prabowo

Dalam survei Litbang Kompas mencatat suara pemilih Jokowi di Pemilu 2019 yang akan mengalir ke Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto semakin besar.

Pada survei pada Agustus 2023, suara pemilih Jokowi yang mengalir ke Prabowo sebesar 36,4 persen.

Halaman
123