Petugas juga tidak menemukan tanda bekas pengereman saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian kecelakaan.
Sehingga diduga kuat sistem kinerja pengereman kendaraan tidak berfungsi optimal menahan beban truk muatan sekitar 4.000 liter tersebut.
Apalagi diketahui persneling truk dalam posisi gigi 2 saat kendaraan melewati jalan turunan tajam.
Girboks di posisi gigi 2 itulah yang diduga memicu rem blong, karena kinerja sistem roda gigi tidak sebanding dengan beban berat dari muatan truk di jalan turunan, sehingga menyebabkan fatalitas kecelakaan.
"Memang tidak ada pengereman, cuma ada bekas yang terseret itu. Nah ini yang kita dalami, kenapa tidak mengerem dan kenapa posisi persneling gigi 2 saat di jalan turunan. Itu nanti yang kita proses lebih lanjut," ucap AKBP Wahyudi.
Dia memastikan, tempat terjadinya kecelakaan bukanlah rute dalam pelaksanaan karnaval di Pacet.
Melainkan jalan alternatif imbas dari kegiatan karnaval, sehingga kendaraan-kendaraan dari atas dialihkan menuju Simpang Tiga Karlina yang memang jalan turunan tajam.
"Jadi dia (sopir) dari Claket mau ke Lamongan memang rutenya dia di situ. Memang kendaraan-kendaraan dari arah atas mau ke bawah diperbolehkan. Kejadian itu tidak jauh dari lokasi berhentinya (finish karnaval)," pungkasnya.
Baca juga: Reaksi Budiman Sudjatmiko Dipecat PDIP, Surat Ditandatangani Megawati, Dikirim via Kurir
Identitas Korban
Total ada 15 korban dalam kejadian kecelakaan maut truk tangki air tabrak pengunjung karnaval di jalan turunan Simpang Tiga Karlina, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (24/8/2023).
Kapolres Mojokerto, AKBP Wahyudi mengatakan, jumlah total pengunjung karnaval yang menjadi korban kecelakaan truk rem blong ada 15 orang.
Sebelumnya, data sementara dari Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto menyebut, total ada 21 korban dalam peristiwa kecelakaan, dan di antaranya termasuk dua korban meninggal.
"Jadi total ada 15 korban, yaitu dua korban meninggal dunia. Sedangkan 11 luka ringan sudah diperbolehkan pulang, dan sisanya kini masih dirawat di rumah sakit," ucap AKBP Wahyudi, Jumat (25/8/2023).
Ia mengatakan, dua korban meninggal adalah pengunjung karnaval atas nama Anastasya (19) warga Desa Tempuran, Kecamatan Pungging, Mojokerto, yang mengendarai motor Honda Beat S 5339 HBC.
Kemudian Maria Ulfa (39) warga Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto, yang merupakan pengendara motor Honda Beat S 6762 NAR.