Liga 1

Ayahnya Segera Jadi Pelatih Arema FC, Kapten Persebaya Ze Valente Buka Suara: Dia Cari Tahu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelatih asal Portugal, Fernando Valente (kiri) dan pemain Persebaya, Ze Valente (kanan). Keduanya merupakan ayah dan anak.

TRIBUNWOW.COM - Pemain asing Persebaya Surabaya Ze Valente buka suara soal kabar sang ayah yakni Fernando Valente bakal menjadi pelatih anyar Arema FC di Liga 1 2023/2024.

Dilansir TribunWow.com, Arema FC dikabarkan akan segera memperkenalkan Fernando Valente sebagai pelatih kepala barunya.

Rumor Fernando Valente sebagai pelatih anyar Arema FC menjadi ramai setelah pelatih asal Portugal itu kedapatan menyaksikan laga Singo Edan menghadapi Persija pada pekan ke-9 Liga 1 2023-2024 di Stadion Candrabhaga, Bekasi, Minggu (20/8/2023) kemarin.

Baca juga: Beri Dukungan Julian Schwarzer, sang Ayah sekaligus Eks Chelsea akan Saksikan Arema FC Vs Persikabo

Fernando Valente tampak duduk di tribune bersama General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi.

Fernando Valente adalah ayah pemain asing Liga 1 asal Portugal, Ze Valente, yang kini bergabung di Persebaya Surabaya.

Menanggapi kabar tersebut, Ze Valente memutuskan untuk tidak berkomentar.

Ia merasa tidak punya hak untuk mengomentari klub lain.

"Ya saya mendengar soal itu. Saya tidak berbicara tentang lainnya, saya pemain Persebaya, dan hanya berbicara soal Persebaya," kata pemain yang berposisi sebagai gelandang serang itu seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (22/8/2023).

Ia tidak mengelak jika sang ayah menaruh perhatian terhadap sepak bola Indonesia.

Setidaknya, semenjak ia memutuskan hijrah dari Portugal ke ke Liga 1 Indonesia pada tahun 2022 lalu.

"Karena saya bermain di sini, dia mencari tahu itu," ujar mantan pemain PSS Sleman itu.

"Dia tahu banyak hal tentang Liga 1 karena dia selalu melihat pertandingan saya dan beberapa pertandingan di sini," katanya.

Baca juga: Ironi 2 Tim Jatim di Liga 1: Arema FC Punya Striker Tajam tapi Belum Menang, Persebaya Sebaliknya

Ze Valente merasa perhatian tersebut tidak bersifat teknis atau profesional.

Sebab, selama ini sang ayah tidak pernah membicarakan masalah teknis sepak bola selama ia bermain di Liga Indonesia.

Baginya, perhatian tersebut adalah cara sang ayah memberikan dukungan kepadanya.

Halaman
1234