"Kesannya jalannya lumayan sakit ya saat di aspal," kata Lilly sambil tersenyum.
Ingin Masuk Akademi Kepolisian
Ketika berbincang dengan Kompas.com, Lilly sudah memakai sepatu pantofel hitam secara lengkap sepasang.
Sepatu tersebut bukan yang dikenakannya saat bertugas pada Kamis pagi.
Saat ditanya apakah sepatunya yang terlepas di halaman Istana Merdeka sudah diambil atau belum, Lilly tertawa.
"Enggak tahu ke mana, enggak tahu sudah diambil atau belum," ujarnya.
Lilly kemudian mengaku sangat bangga dan senang bisa membawa baki untuk bendera merah putih yang dikibarkan di Istana Merdeka.
Seusai bertugas, ia pun sudah bertemu dengan kedua orangtuanya.
"Seneng banget. Karena mereka (orang tua) bisa datang. Mama juga nangis karena hari ini (saya) bawa baki," kata Lilly.
Ia mengakatakan, menjadi paskibraka sebenarnya belum terpikirkan saat dirinya masih kecil.
Namun, ketika masuk SMA, dan mengetahui ada seleksi paskibraka dirinya tertarik untuk mengikuti.
"Kayaknya paskibraka bagus nih. Lalu, saya mencoba masuk, ikut seleksi. Puji Tuhan bisa lolos," ujarnya.
Awalnya, Lilly mengikuti seleksi di tingkat sekolah, lalu tingkat Kota Wamena.
"Dari situ kemudian ditelepon katanya lolos untuk ke Jakarta," katanya.
Baca juga: Viral Pelatih Paskibra Jatuh dari Tiang saat Betulkan Pengibaran Bendera Merah Putih, Ini Kondisinya
Untuk diketahui, Lilly tinggal di Kota Wamena yang saat ini merupakan Ibu Kota Provinsi Papua Pegunungan.