Berita Viral

Body Checking Miss Universe Indonesia Tanpa Busana Ditonton 3 Pria, Ada Finalis yang sampai Dihina

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi. Terbaru, Kombes Hengki Haryadi membeberkan kronologi dugaan pelecehan yang dialami oleh finalis Miss Universe Indonesia 2023.

TRIBUNNEWS.COM - Dugaan pelecehan seksual yang menimpa puluhan finalis Miss Universe Indonesia 2023 hingga kini masih menjadi sorotan publik.

Pelecehan seksual ini berdalih body cheking yang mengharuskan para finalis untuk tampil tanpa busana di hadapan sejumlah orang, bahkan termasuk tiga orang pria.

Di sana, mereka diduga tidak hanya diminta tampil tanpa busana, tapi juga difoto hingga ada yang sampai dihina atau dihakimi body-nya.

Baca juga: BREAKING NEWS Sandiaga Uno Turun Tangan Atasi Pelecehan Seksual di Miss Universe, Bakal Tindak Tegas

Keterangan Polisi

Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi membeberkan kronologi dugaan pelecehan yang dialami oleh finalis Miss Universe Indonesia 2023.

Kombes Hengki menyebut Polda Metro Jaya sebelumnya telah menerima laporan polisi (LP) terkait dugaan pelecehan oleh pengacara finalis Miss Universe Indonesia 2023.

Dalam laporan tersebut terungkap dugaan pelecehan para finalis Miss Universe Indonesia 2023 ini terjadi pada Selasa (1/8/2023) kemarin.

Sebelum dugaan pelecehan tersebut terjadi, para finalis Miss Universe Indonesia 2023 tengah dilakukan karantina di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

Kemudian tiba-tiba para finalis Miss Universe Indonesia diminta untuk melakukan body checking.

Padahal agenda body checking ini sebelumnya tidak ada dalam rundown acara para finalis.

Body checking para finalis tersebut pun dilakukan di Ballroom hotel yang tempatnya sedikit terbuka.

"Kita sudah menerima LP dan sudah dilaporkan oleh lawyer daripada korban. Bahwa dalam laporan tersebut disampaikan kejadian pada tanggal 1 Agustus 2023 yang lalu."

"Dimana para finalis Miss Universe dikarantina selama satu minggu di TKP, di salah satu hotel. Kemudian tiba-tiba dilakukan body checking yang sebenarnya tidak ada di dalam rundownnya."

"Tempatnya juga sedikit terbuka," kata Kombes Hengki dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (11/8/2023).

Lebih lanjut Kombes Hengki menuturkan, saat body checking korban merasa dipaksa untuk melepas pakaiannya.

Halaman
123