TRIBUNWOW.COM - Tak bisa dipungkiri, hengkangnya anak emas Eduardo Almeida dari Arema FC membuat Singo Edan jadi lumbung gol dalam empat laga terkininya di Liga 1 2023/2024.
Dilansir TribunWow.com, Arema FC saat ini menjadi satu di antara kontestan di Liga 1 2023/2024 yang tengah alami masa terpuruk.
Bagaimana tidak, Arema FC hanya mampu meraup satu poin dari empat pertandingan yang pernah dilakukan.
Langkah buruk Arema FC dimulai saat ditundukkan Dewa United di pekan perdana dengan skor 1-0.
Baca juga: Skema Klasik Offensive Divaldo Alves jika ke Arema: Persik-PSMS Untung, Aremania Masih Kurang Yakin?
Bermain imbang 3-3 kontra Persib Bandung, kalah 1-3 dari Bali United dan terkini dibantai Persik Kediri 2-5.
Kekalahan itu membuat Arema FC harus puas bercokol di posisi ke-17 klasemen sementara Liga 1 2023/2024.
Selain itu, dari empat laga yang telah dimainkan, Arema FC hanya mampu membukukan 6 gol berbanding 12 gol kemasukan.
Jika dirata-rata, Arema FC kebobolan 3 gol per pertandingan di awal musim ini.
Lantas, apa yang menyebabkan buruknya performa Arema FC pada awal musim ini?
Tentu, melihat capaian 6 gol dari empat pertandingan Arema FC, lini depan bukan jadi masalah utama bagi tim yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan tersebut.
Masalah utama dapat dilihat dari jumlah kebobolan anak asuh Joko Susilo yang sudah mencapai 12 gol dari 4 laga.
Hal itu menandakan jika lini belakang Arema FC tengah dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Satu di antara faktor yang terlihat yakni chemistry yang kurang apik dari pemain asing anyar mereka, Ichaka Diarra dengan para barisan bek lokal Singo Edan.
Baca juga: Persekat Tegal Bungkus Pemain Legenda Arema FC-Persema Malang, Skaterz Cek Profil dan Statistiknya
Terbukti, dari tiga laga dia dimainkan, barisan lini belakang Arema FC kecolongan total 9 gol.
Catatan buruk bagi pemain asing yang memang diandalkan untuk menjadi leader di lini belakang.