Ponpes Al Zaytun dan Ajarannya

Temukan Bom? Ini Cerita Connie Bakrie seusai Masuk ke Bunker Al Zaytun, Singgung Tumpukan Benda

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kolase foto pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang (kiri), dan Connie Bakrie (kanan). Terbaru, Connie Bakrie membantah isu adanya bunker bom di Ponpes Al Zaytun.

Ia tak menampik sempat merasa takjub melihat megahnya bangunan Ponpes Al Zaytun.

"Kita negara Islam terbesar bukan katanya? Maunya saya menjadi juga negara tabayyun terbesar, bukan negara suuzan terbesar," tukasnya.

Perayaan 1 Muharram di Ponpes Al Zaytun

Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun baru-baru ini tengah menjadi sorotan seusai mengadakan perayaan 1 Muharram atau Tahun Baru Islam dengan mengundang beberapa tokoh hingga seorang aktivis Yahudi.

Dilansir TribunWow.com dari unggahan YouTube Ponpes Al Zaytun, perayaan 1 Muharram oleh pondok yang dipimpin oleh Panji Gumilang tersebut dapat diketahui.

Beberapa tokoh sempat diundang sebagai tamu kehormatan oleh Ponpes Al Zaytun dalam perayaan 1 Muharram tersebut.

Baca juga: Profil Lucky Hakim, Eks Wakil Bupati Indramayu, Penuhi Panggilan Bareskrim terkait Polemik Al Zaytun

Diawali dengan beberapa sambutan dari tokoh-tokoh undangan, perayaan 1 Muharram Ponpes Al Zaytun dibuka dengan orasi dari Connie Rahakundini Bakrie yang merupakan seorang akademisi dan seorang intelijen Indonesia.

Narasi yang diucapkan oleh Connie Rahakundini Bakrie juga diunggah dalam Instagram pribadinya, yakni @connierahakundinibakrie.

"Di mesjid megah 7 tingkat Al Zaytun, ditengah 15.000 hadirin dan para tokoh lintas agama, lintas kampus, lintas adat dan daerah... Saya sampaikan tentang pentingnya gerakan pada era Bani Abbasiyah (632-750 SM) dengan program translasi naskah-naskah kuno Yunani."

"Dua faktor pendorongnya, adalah kesuksesan Bani Umayah dalam meliterasi masyarakat dan adanya kebutuhan pada pola berpikir maju. Hal ini didapatkan melalui pemahaman naskah dan arsip kuno dari Socrates, Aristoteles, Plato, Phitagoras etc."

"Kaum pemikir Islam al. Al Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rush, Al Jabr sangat menggandrungi cara berpikir para pemikir kuno Yunani dan menamai diri mereka dengan nama "fans club" neo platonik."

"Mengapa? Karena Plato mengenalkan dasar ilmu pengetahuan dengan sebuah prinsip : ‘’Manusia adalah Binatang yang bertanya’’. Semakin banyak bertanya maka semakin akan paham dunia dan ilmu pengetahuan, yang kemudian akan semakin membawa kemajuan...," unggah Connie Rahakundini Bakrie sesuai apa yang ia orasikan di acara perayaan Ponpes Al Zaytun.

Baca juga: Lucky Hakim Beberkan Pengalamannya Berkunjung ke Ponpes Al Zaytun, Sebut Kejanggalan Panji Gumilang

Tokoh lain yang mendapatkan undangan sebagai tamu kehormatan perayaan 1 Muharram Ponpes Al Zaytun adalah seorang aktivis yahudi, yakni Monique Rijkers.

Dilansir TribunWow.com dari kanal YouTube Ponpes Al Zaytun, Monique Rijkers dipersilahkan untuk menjadi pembicara pada acara perayaan 1 Muharram tersebut.

“Salam damai buat Syech Panji Gumilang, dan seluruh keluarga besar Al Zaytun. Terima kasih telah mengundang saya di sini. Terima kasih telah membolehkan saya memakai baju Bintang Daud,” tutur Monique Rijkers dalam orasinya di Ponpes Al Zaytun tersebut.

Halaman
123